Haji Denny Berbagi Pengalaman di Pesantren Anwar Muhammad Tanah Bumbu
Rabu, 18 November 2020 - 15:36 WIB
loading...
Calon Gubernur Kalsel, Denny Indrayana berbagi pengalaman kepada santri Pondok Pesantren Anwar Muhammad, Sinar Bulan, Satui, Tanah Bumbu, Rabu (18/11/2020). Foto/Ist
A
A
A
BATULICIN - Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Denny Indrayana berbagi pengalaman kepada ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Anwar Muhammad, Desa Sinar Bulan, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu , Rabu (18/11/2020).
Wamenkum HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagi pengalaman dan motivasi belajar. "Sangat beruntung saat ini adik-adik bisa duduk di lembaga pendidikan pondok pesantren. Saya sendiri kalau bisa memutar waktu, ingin belajar di pesantren," kata pria yang sering dipanggil Haji Denny itu. (Baca juga: Maklumat Anti Politik Uang Haji Denny-Difri)
Dia mengatakan, pendidikan pesantren menjadi salah satu solusi terbaik menghadapi tantangan zaman. Basis ilmu agama yang dimiliki santri akan menyelamatkan dari kerusakan tatatan pergaulan modern yang hedonis dan jauh dari manfaat bagi orang lain. Meski demikian, Haji Denny juga menekankan para santri juga membuka diri dari perkembangan informasi dunia luar. "Ini penting juga, agar para santri tidak ketinggalan dari pesatnya informasi pengetahuan saat ini melalui dunia digital," ujarnya. (Baca juga: Gempa 5,3 SR Guncang Pesisir Selatan hingga Padang)
Pria kelahiran Stagen, sebuah desa terpencil di Kotabaru ini berhasil meraih pendidikan hingga jenjang tertinggi. Termasuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Semua kesuksesan itu dapat diraih dengan vara belajar sungguh-sungguh dan membuat perencanaan dalam hidup.
"Saya mengawali pendidikan di TK Tunas Rimba, Stagen Kotabaru. Lalu pindah ke Banjarbaru, melanjutkan sekolah di SDN Mawar Kencana Banjarbaru, SMPN 2 Banjarbaru, dan SMAN 1 Banjarbaru," kisahnya.
Wamenkum HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagi pengalaman dan motivasi belajar. "Sangat beruntung saat ini adik-adik bisa duduk di lembaga pendidikan pondok pesantren. Saya sendiri kalau bisa memutar waktu, ingin belajar di pesantren," kata pria yang sering dipanggil Haji Denny itu. (Baca juga: Maklumat Anti Politik Uang Haji Denny-Difri)
Dia mengatakan, pendidikan pesantren menjadi salah satu solusi terbaik menghadapi tantangan zaman. Basis ilmu agama yang dimiliki santri akan menyelamatkan dari kerusakan tatatan pergaulan modern yang hedonis dan jauh dari manfaat bagi orang lain. Meski demikian, Haji Denny juga menekankan para santri juga membuka diri dari perkembangan informasi dunia luar. "Ini penting juga, agar para santri tidak ketinggalan dari pesatnya informasi pengetahuan saat ini melalui dunia digital," ujarnya. (Baca juga: Gempa 5,3 SR Guncang Pesisir Selatan hingga Padang)
Pria kelahiran Stagen, sebuah desa terpencil di Kotabaru ini berhasil meraih pendidikan hingga jenjang tertinggi. Termasuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Semua kesuksesan itu dapat diraih dengan vara belajar sungguh-sungguh dan membuat perencanaan dalam hidup.
"Saya mengawali pendidikan di TK Tunas Rimba, Stagen Kotabaru. Lalu pindah ke Banjarbaru, melanjutkan sekolah di SDN Mawar Kencana Banjarbaru, SMPN 2 Banjarbaru, dan SMAN 1 Banjarbaru," kisahnya.
Lihat Juga :