Dukung Pertumbuhan Bisnis Syariah, Jamsyar-Bank Sinarmas Kerja Sama
Rabu, 18 November 2020 - 01:13 WIB
loading...
Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo dan Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirto Wijoyo, menandatangani nota kerja sama. Foto/Ist
A
A
A
BOGOR - Jamkrindo Syariah (Jamsyar) dan PT Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah (UUS) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman, Selasa (17/11/2020). MoU ini ditandatangani oleh Direktur Utama Jamsyar, Gatot Suprabowo dan Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirto Wijoyo.
Penandatangan MoU ini bentuk dukungan Jamsyar bersama dengan Bank Sinarmas dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah serta meningkatkan strategi layanan prima perbankan. Penandatangan ini adalah wujud Jamsyar dan Bank Sinarmas untuk terus berinovasi dan mendorong pergerakan ekonomi di tengah pandemi yang saat ini masih berlangsung. (Baca juga: Meski Pandemi, Kinerja Jamkrindo Syariah Tetap Moncer )
Dalam acara tersebut hadir juga Direktur Operasional Jamsyar Achmad Sonhadji, Direktur Sharia PT Bank Sinarmas, Tbk Halim, Bukhori Muslim dan Ahmadi Sukarno selaku Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sinarmas, Tbk, serta para pejabat dari kedua belah pihak. (Baca juga: Bangun Solidaritas, Yayasan Muslim Sinar Mas dan Bank Sinarmas Bantu Ambulans untuk NU )
Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo menjelaskan, melalui jalinan hubungan kemitraan Jamkrindo Syariah dan Bank Sinarmas berharap dapat saling melengkapi dan menciptakan solusi kreatif yang menjawab seluruh pemenuhan nilai-nilai kebutuhan masyarakat dan Terjamin Jamsyar.
“Kerja sama Jamsyar dan Bank Sinarmas ini Insya Allah menjadi cerminan optimisme kami untuk tetap memberikan kontribusi dan karya terbaik bagi negeri ini. Khususnya bagi perekenomian nasional. Penandatanganan nota kesepahaman ini akan menjadi awal untuk Kerjasama yang saling memberi nilai antara JamSyar dan Bank Sinarmas-UUS (Unit Usaha Syariah, Red),” kata Gatot Suprabowo.
Penjaminan program pemerintah tersebut diharapkan dapat menopang perekonomian Indonesia. Selama ini UMKM memberikan kontribusi sebesar 60% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sektor tersebut juga menyerap 97% dari total angkatan kerja Indonesia.
Di sisi lain, realisasi penyaluran Pembiayaan Bank di masa COVID-19 mengalami penurunan. Guna mengatasi permasalahan tersebut, pada Juni 2020, Pemerintah mencanangkan penyaluran pembiayaan Modal Kerja Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijamin oleh Lembaga Penjamin.
Penandatangan MoU ini bentuk dukungan Jamsyar bersama dengan Bank Sinarmas dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah serta meningkatkan strategi layanan prima perbankan. Penandatangan ini adalah wujud Jamsyar dan Bank Sinarmas untuk terus berinovasi dan mendorong pergerakan ekonomi di tengah pandemi yang saat ini masih berlangsung. (Baca juga: Meski Pandemi, Kinerja Jamkrindo Syariah Tetap Moncer )
Dalam acara tersebut hadir juga Direktur Operasional Jamsyar Achmad Sonhadji, Direktur Sharia PT Bank Sinarmas, Tbk Halim, Bukhori Muslim dan Ahmadi Sukarno selaku Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sinarmas, Tbk, serta para pejabat dari kedua belah pihak. (Baca juga: Bangun Solidaritas, Yayasan Muslim Sinar Mas dan Bank Sinarmas Bantu Ambulans untuk NU )
Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo menjelaskan, melalui jalinan hubungan kemitraan Jamkrindo Syariah dan Bank Sinarmas berharap dapat saling melengkapi dan menciptakan solusi kreatif yang menjawab seluruh pemenuhan nilai-nilai kebutuhan masyarakat dan Terjamin Jamsyar.
“Kerja sama Jamsyar dan Bank Sinarmas ini Insya Allah menjadi cerminan optimisme kami untuk tetap memberikan kontribusi dan karya terbaik bagi negeri ini. Khususnya bagi perekenomian nasional. Penandatanganan nota kesepahaman ini akan menjadi awal untuk Kerjasama yang saling memberi nilai antara JamSyar dan Bank Sinarmas-UUS (Unit Usaha Syariah, Red),” kata Gatot Suprabowo.
Penjaminan program pemerintah tersebut diharapkan dapat menopang perekonomian Indonesia. Selama ini UMKM memberikan kontribusi sebesar 60% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sektor tersebut juga menyerap 97% dari total angkatan kerja Indonesia.
Di sisi lain, realisasi penyaluran Pembiayaan Bank di masa COVID-19 mengalami penurunan. Guna mengatasi permasalahan tersebut, pada Juni 2020, Pemerintah mencanangkan penyaluran pembiayaan Modal Kerja Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijamin oleh Lembaga Penjamin.
Lihat Juga :