La Nyalla Usul KPU Sulut Datangi Pemilih Cegah Partisipasi Minim di Pilkada
Senin, 16 November 2020 - 18:02 WIB
loading...
Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti saat menyerahkan cindera mata kepada Pjs Gubernur Sulut, Ahmad Fatoni dalam acara FGD di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Senin (16/11/2020). Foto: Dok/Humas Pemprov Sulut
A
A
A
MANADO - Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) Republik Indonesia , La Nyalla Mattalitti mengusulkan kepada KPU Sulawesi Utara (Sulut) agar secara proaktif mendatangi setiap pemilih guna mencegah minimnya partisipasi masyarakat saat Pilkada 9 Desember nanti.
“Saya ada sedikit usulan yang mungkin bisa dipakai oleh KPU, mencegah jangan sampai nanti pada saat pemilihan tanggal 9 Desember, tingkat kehadiran itu di bawah 50% bahkan yang hadir kemungkinan hanya 35 – 40% itu hasil survei yang sudah dibuat,” ungkapnya saat menjadi keynote speaker acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPD RI, di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Senin (16/11/2020). (Baca Juga: Olly-Steven Menang Telak Didebat Publik Tahap II)
Untuk itu cara mengatasinya, dia berharap KPU dengan menggerakan aparatnya dan perangkatnya untuk mendatangi daerah pemilih. “Pemilih-pemilih itu didatangi, dikasih surat suara, disuruh coblos di situ kemudian dimasukkan dalam kotak, mungkin dengan cara seperti itu lebih banyak pemilih yang akan hadir,” sarannya.
Mengangkat tema “Merawat Kerukunan di Tengah Pandemi COVID-19 dan Pilkada Sulut”, FGD berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Baca Juga: Senator Minta Pilkada di Zona Merah dan Hitam Ditunda)
Pada kesempatan tersebut La Nyalla juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari keberadaan DPD RI dilihat dari sejauh mana keberpihakan anggota DPD kepada setiap daerah. “Keberpihakan kita kepada daerah adalah ukuran utama keberadaan kita sebagai senator,” ungkapnya.
Ketua DPD RI juga menuturkan bahwa maksud dari kegiatan ini tak lain adalah untuk menciptakan kerukunan umat beragama di masa pilkada termasuk juga di dalamnya penanganan COVID-19. “DPD menyelenggarakan kegiatan FGD ini untuk mewujudkan kerukunan beragama melalui Pilkada 2020 dimasa pandemi COVID-19,” bebernya.
“Saya ada sedikit usulan yang mungkin bisa dipakai oleh KPU, mencegah jangan sampai nanti pada saat pemilihan tanggal 9 Desember, tingkat kehadiran itu di bawah 50% bahkan yang hadir kemungkinan hanya 35 – 40% itu hasil survei yang sudah dibuat,” ungkapnya saat menjadi keynote speaker acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan DPD RI, di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Senin (16/11/2020). (Baca Juga: Olly-Steven Menang Telak Didebat Publik Tahap II)
Untuk itu cara mengatasinya, dia berharap KPU dengan menggerakan aparatnya dan perangkatnya untuk mendatangi daerah pemilih. “Pemilih-pemilih itu didatangi, dikasih surat suara, disuruh coblos di situ kemudian dimasukkan dalam kotak, mungkin dengan cara seperti itu lebih banyak pemilih yang akan hadir,” sarannya.
Mengangkat tema “Merawat Kerukunan di Tengah Pandemi COVID-19 dan Pilkada Sulut”, FGD berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Baca Juga: Senator Minta Pilkada di Zona Merah dan Hitam Ditunda)
Pada kesempatan tersebut La Nyalla juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari keberadaan DPD RI dilihat dari sejauh mana keberpihakan anggota DPD kepada setiap daerah. “Keberpihakan kita kepada daerah adalah ukuran utama keberadaan kita sebagai senator,” ungkapnya.
Ketua DPD RI juga menuturkan bahwa maksud dari kegiatan ini tak lain adalah untuk menciptakan kerukunan umat beragama di masa pilkada termasuk juga di dalamnya penanganan COVID-19. “DPD menyelenggarakan kegiatan FGD ini untuk mewujudkan kerukunan beragama melalui Pilkada 2020 dimasa pandemi COVID-19,” bebernya.
Lihat Juga :