Pria Asal Sumenep Nekat Gorok Lehernya di Bandara Hasanuddin Karena Ditinggal Rombongan
Senin, 16 November 2020 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Iwan menjelaskan, berdasarkan informasi yang di dapatnya, korban merupakan penumpang pesawat dari Banjarmasin menuju Timika. Namun dia terpisah dari rombongannya. Kuat dugaan inilah yang membuat dia depresi karena ditinggalkan oleh temannya. “Informasinya dia datang bersama 6 orang teman lainnya. Namun dia terpisah dari rombongannya. Mungkin inilah yang membuat dia depresi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Bandara, Iptu Asep Widianto menambahkan, saat ini korban sedang menjalani perawatan di RS Angkatan Udara Dody Sarjoto. Pasalnya, akibat gorokan di leher yang dilakukan Sandi itu, membuat luka mengenganga sepanjang 15 cm. (Baca Juga: Usai Ditagih Utang Rentenir, Warga Gunungkidul Gantung Diri)
“Saat ini korban sudah sadarkan diri, dan sudah bisa diajak komunikasi. Dari keterangannya dia mengaku putus asa, karena ditinggalkan oleh rombongannya yang sudah terbang ke Timika, sementara dia sendiri tidak memiliki uang, baik untuk pulang apalagi berangkat ke Timika," terang Kapolsek mengutip ucapan Sandi.
Karena luka yang dialami cukup parah, maka diambil langkah tindakan medis oleh dokter RS Dody Sarjoto. Pihak kepolisian pun telah berkooordinasi dengan keluarga Sandi yang ada di Sumenep. “Terkait biaya tindakan medis yang akan dilakukan oleh tim dokter, kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya. Kami tinggal menunggu info selanjutnya dari keluarganya," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bandara, Iptu Asep Widianto menambahkan, saat ini korban sedang menjalani perawatan di RS Angkatan Udara Dody Sarjoto. Pasalnya, akibat gorokan di leher yang dilakukan Sandi itu, membuat luka mengenganga sepanjang 15 cm. (Baca Juga: Usai Ditagih Utang Rentenir, Warga Gunungkidul Gantung Diri)
“Saat ini korban sudah sadarkan diri, dan sudah bisa diajak komunikasi. Dari keterangannya dia mengaku putus asa, karena ditinggalkan oleh rombongannya yang sudah terbang ke Timika, sementara dia sendiri tidak memiliki uang, baik untuk pulang apalagi berangkat ke Timika," terang Kapolsek mengutip ucapan Sandi.
Karena luka yang dialami cukup parah, maka diambil langkah tindakan medis oleh dokter RS Dody Sarjoto. Pihak kepolisian pun telah berkooordinasi dengan keluarga Sandi yang ada di Sumenep. “Terkait biaya tindakan medis yang akan dilakukan oleh tim dokter, kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya. Kami tinggal menunggu info selanjutnya dari keluarganya," pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :