Ini Sosok Mantan Panglima TNI Djoko Santoso di Mata Adik Kandungnya
Minggu, 10 Mei 2020 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Tutik, sosok kakaknya itu memiliki karakter yang melindungi adik-adiknya. Ketika ada orang nakal yang mengganggu adik adiknya, ia langsung membela. "Sampai tua pun juga begitu, sangat peduli dengan adik adiknya," katanya.(Baca juga: Mantan Panglima TNi Djoko Santoso Meninggal Dunia, Ini Profilnya )
Semasa sekolah, kakaknya dikenal sangat usil tetapi memiliki otak yang cerdas. Sehingga para guru rata-rata ingat dengan sosok muridnya tersebut. Dalam keseharian, orang tuanya menanamkan disiplin yang tinggi.
Teman-teman Djoko Santoso dulu sering datang ke rumah untuk belajar bersama. Orang tuanya juga sangat disiplin dalam hal pendidikan. Ayahnya sering melakukan sweeping buku pelajaran dicek satu per satu. Jika ada pelajaran yang tidak dikerjakan, maka hukuman telah menanti. "Bapak saya itu tipenya keras, tapi ibu sangat lembut dan sabar," katanya.
Masuk ke dunia militer memang menjadi cita-cita Djoko Santoso. Dia ingin membantu orang tuanya mengingat adik-adiknya banyak. Setelah menjadi tentara hingga puncak karir sebagai Panglima TNI, Djoko Santoso masih sering pulang ke Solo. Ia tetap rendah hati terhadap masyarakat di tanah kelahirannya. "Kalau ketemu tetangga di sini tetap menyapa, nggak pilih-pilih orang," tuturnya.
Djoko pulang ketika nyekar orang tuanya atau mampir ketika ada dinas ke Solo atau daerah sekitarnya. Setelah pensiun, Djoko Santoso juga sering pulang mampir ke rumah di Solo bersamaan dengan acara-acara tertentu. "Orangnya pendiam, nggak banyak omong," katanya.
Semasa sekolah, kakaknya dikenal sangat usil tetapi memiliki otak yang cerdas. Sehingga para guru rata-rata ingat dengan sosok muridnya tersebut. Dalam keseharian, orang tuanya menanamkan disiplin yang tinggi.
Teman-teman Djoko Santoso dulu sering datang ke rumah untuk belajar bersama. Orang tuanya juga sangat disiplin dalam hal pendidikan. Ayahnya sering melakukan sweeping buku pelajaran dicek satu per satu. Jika ada pelajaran yang tidak dikerjakan, maka hukuman telah menanti. "Bapak saya itu tipenya keras, tapi ibu sangat lembut dan sabar," katanya.
Masuk ke dunia militer memang menjadi cita-cita Djoko Santoso. Dia ingin membantu orang tuanya mengingat adik-adiknya banyak. Setelah menjadi tentara hingga puncak karir sebagai Panglima TNI, Djoko Santoso masih sering pulang ke Solo. Ia tetap rendah hati terhadap masyarakat di tanah kelahirannya. "Kalau ketemu tetangga di sini tetap menyapa, nggak pilih-pilih orang," tuturnya.
Djoko pulang ketika nyekar orang tuanya atau mampir ketika ada dinas ke Solo atau daerah sekitarnya. Setelah pensiun, Djoko Santoso juga sering pulang mampir ke rumah di Solo bersamaan dengan acara-acara tertentu. "Orangnya pendiam, nggak banyak omong," katanya.
(abd)
Lihat Juga :