DRA Berdayakan Petani Sawit Melalui Hilirisasi Energi Sawit
Minggu, 15 November 2020 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini tim yang terdiri dari Disbun Muba, ahli ITB dan BSS sedang fokus agar unit pengolah IVO ini berjalan dengan lancar. IVO /Industrial Lauretic Oil(IVO/ILO) yang dikerjakan di Muba ini spesifikasinya memenuhi technical requirement katalis merah putih dengan biaya produksi lebih ekonomis. Menurut salah satu tim ITB yang saat ini bekerja di lapangan katalis di Sungai Lilin, mengatakan produk akhir nantinya akan disesuaikan dgn SNI untuk produk IVO/ILO sebagai bahan baku industri greenfuel dengan kode SNI 8875:2020 minyak nabati untuk produksi biohidrokarbon.
Dodi meyakini pendirian stand alone mini refinery harus berada dalam satu entitas perkebunan sawit akan memastikan adanya kecukupan suplai baik dari kualitas maupun kuantitas.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir, menyebutkan saat ini lahan pekebun kelapa sawit yang siap menyuplai produksi IVO ada 12.388 ha dengan jumlah pekebun 5.311 orang. "Dan sampai tahun 2024 lahan pekebun akan bertambah mencapai 52.000 ha dengan jumlah pekebun mencapai 24.000 pekebun swadaya," jelas Toyibir, Minggu , (15/11/2020).
Sesuai target Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, tambah Toyibir, Muba jadi yang pertama di Indonesia melaksanakan kemitraan hilirisasi pabrik sawit antara pekebun, BUMD dan koperasi.
Dijelaskan Toyibir, saat ini Ditjen Bun sangat antusias dengan model kemitraaan ini. Lembaga ini akan menerapkan konsep kemitraan pendirian pabrik seperti yang ada di Muba dengan menggandeng seluruh petani swadaya hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Dodi meyakini pendirian stand alone mini refinery harus berada dalam satu entitas perkebunan sawit akan memastikan adanya kecukupan suplai baik dari kualitas maupun kuantitas.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir, menyebutkan saat ini lahan pekebun kelapa sawit yang siap menyuplai produksi IVO ada 12.388 ha dengan jumlah pekebun 5.311 orang. "Dan sampai tahun 2024 lahan pekebun akan bertambah mencapai 52.000 ha dengan jumlah pekebun mencapai 24.000 pekebun swadaya," jelas Toyibir, Minggu , (15/11/2020).
Sesuai target Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, tambah Toyibir, Muba jadi yang pertama di Indonesia melaksanakan kemitraan hilirisasi pabrik sawit antara pekebun, BUMD dan koperasi.
Dijelaskan Toyibir, saat ini Ditjen Bun sangat antusias dengan model kemitraaan ini. Lembaga ini akan menerapkan konsep kemitraan pendirian pabrik seperti yang ada di Muba dengan menggandeng seluruh petani swadaya hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Lihat Juga :