DRA Berdayakan Petani Sawit Melalui Hilirisasi Energi Sawit
Minggu, 15 November 2020 - 20:41 WIB
loading...
Pemerintah Musi Banyuasin mendorong petani sawit membangun pabrik sendiri dengan keluaran berupa Industrial Vegetable Oil ( IVO) dan Crude Palm Oil ( CPO).
A
A
A
SEKAYU - Dalam hitungan bulan ke depan, Musi Banyuasin mampu melakukan uji coba produksi co prosesing bensin sawit. Berikutnya, Muba mendorong petani sawit membangun pabrik sendiri dengan keluaran berupa Industrial Vegetable Oil ( IVO) dan Crude Palm Oil ( CPO).
Di awal tahun 2021, IVO asal Muba masih disuplay ke Pertamina. Sedangkan stand alone mini refinery yakni pabrik sendiri yang memproduksi IVO hingga menghasilkan biohidrocarbon akan dilakukan ground breaking pada 2021 awal.
Skema jangka panjangnya pada 2024 sudah bisa menghasilkan biohidrocarbon atau langsung menjadi bahan bakar sendiri seperti bensin sawit, Delta 100 (D100) hingga avtur dengan kualitas masing-masing lebih tinggi dari bahan bakar biofosil. Biohidrocarbon berbasis kelapa sawit ini ramah lingkungan serta menjadi energi baru terbarukan.
Inilah aksi nyata Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam membangun hilirisasi kelapa sawit yang mampu menyerap produksi sawit petani dengan harga bersaing.
Menurut Dodi, meningkatkan kuantitas produksi dan kualitas produksi harus diimbangi dengan penyerapan hasil produksi. Selain itu petani tidak hanya menjual tandan buah segar (TBS) saja namun dapat nilai tambah dari penjualan pengolahan pabrik IVO maupun CPO.
"Goalnya, pekebun sawit dapat memproduksi sendiri bahan bakar berbasis kelapa sawit. Pekebun punya penghasilan tambahan. Akhirnya kita bersama-sama menjadikan pekebun yang berdaulat, Pekebun yang mandiri dan berdaulat dapat berdiri di kaki sendiri. Satu lagi, yakni terwujudnya pekebun sawit Muba yang berkelanjutan (sustainable). Stand alone mini refinery dari IVO jadi bensin akan didirikan di Muba. Jadi kilang dekat dengan bahan baku (IVO) ,"tegas Dodi, Minggu (15/11/2020).
Di awal tahun 2021, IVO asal Muba masih disuplay ke Pertamina. Sedangkan stand alone mini refinery yakni pabrik sendiri yang memproduksi IVO hingga menghasilkan biohidrocarbon akan dilakukan ground breaking pada 2021 awal.
Skema jangka panjangnya pada 2024 sudah bisa menghasilkan biohidrocarbon atau langsung menjadi bahan bakar sendiri seperti bensin sawit, Delta 100 (D100) hingga avtur dengan kualitas masing-masing lebih tinggi dari bahan bakar biofosil. Biohidrocarbon berbasis kelapa sawit ini ramah lingkungan serta menjadi energi baru terbarukan.
Inilah aksi nyata Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam membangun hilirisasi kelapa sawit yang mampu menyerap produksi sawit petani dengan harga bersaing.
Menurut Dodi, meningkatkan kuantitas produksi dan kualitas produksi harus diimbangi dengan penyerapan hasil produksi. Selain itu petani tidak hanya menjual tandan buah segar (TBS) saja namun dapat nilai tambah dari penjualan pengolahan pabrik IVO maupun CPO.
"Goalnya, pekebun sawit dapat memproduksi sendiri bahan bakar berbasis kelapa sawit. Pekebun punya penghasilan tambahan. Akhirnya kita bersama-sama menjadikan pekebun yang berdaulat, Pekebun yang mandiri dan berdaulat dapat berdiri di kaki sendiri. Satu lagi, yakni terwujudnya pekebun sawit Muba yang berkelanjutan (sustainable). Stand alone mini refinery dari IVO jadi bensin akan didirikan di Muba. Jadi kilang dekat dengan bahan baku (IVO) ,"tegas Dodi, Minggu (15/11/2020).
Lihat Juga :