Selama Pandemi Covid-19, Omzet Warteg di Jakarta Turun Drastis
Sabtu, 14 November 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Sama halnya dengan Arman, pengusaha warteg lainnya, Kiki menerangkan, selama pandemi ini satu-satunya cara agar bisa bertahan menjalani usaha wartegnya di Jalan Kemang Raya itu dengan meminjam uang dan membayarnya di kemudian hari. Dia juga masih belum berpikiran untuk memindahkan usahanya itu ke luar Jakarta.
"Sementara sih gali lubang tutup lubang dahulu, sejauh masih bisa bertahan di sini dijalani saja karena selama ini juga masih bisa bertahan," katanya. Dia berharap agar pandemi di Jakarta ini bisa segera berakhir. Dengan begitu, usaha wartegnya pun bisa berjalan normal kembali seperti biasanya.
Sebelumnya dikabarkan, puluhan ribu pengusaha warteg di DKI Jakarta menutup usahanya. Para pengusaha memilih membuka warteg di wilayah Bodetabek yang biaya sewanya lebih murah.
Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, sebanyak 10.000 pengusaha warteg yang semula berjualan di kawasan Jakarta akhirnya memutuskan untuk pindah lokasi berdagang.
Jumlah pedagang warteg di Jabodetabek ada 40.000. Lalu sekitar 25% atau 10.000 pedagang yang berjualan di Jakarta memutuskan untuk pindah ke Bodetabek karena mencari harga sewa kontrakan yang lebih murah.
"Sementara sih gali lubang tutup lubang dahulu, sejauh masih bisa bertahan di sini dijalani saja karena selama ini juga masih bisa bertahan," katanya. Dia berharap agar pandemi di Jakarta ini bisa segera berakhir. Dengan begitu, usaha wartegnya pun bisa berjalan normal kembali seperti biasanya.
Sebelumnya dikabarkan, puluhan ribu pengusaha warteg di DKI Jakarta menutup usahanya. Para pengusaha memilih membuka warteg di wilayah Bodetabek yang biaya sewanya lebih murah.
Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, sebanyak 10.000 pengusaha warteg yang semula berjualan di kawasan Jakarta akhirnya memutuskan untuk pindah lokasi berdagang.
Jumlah pedagang warteg di Jabodetabek ada 40.000. Lalu sekitar 25% atau 10.000 pedagang yang berjualan di Jakarta memutuskan untuk pindah ke Bodetabek karena mencari harga sewa kontrakan yang lebih murah.
(hab)
Lihat Juga :