Aliansi Kebangsaan Gelar Webinar Bedah Buku Karya Yudi Latif

Sabtu, 14 November 2020 - 02:42 WIB
loading...
Aliansi Kebangsaan Gelar...
Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo. Foto/Ist
A A A
BOGOR - Aliansi Kebangsaan menggelar webinar bedah buku karya Yudi Latif yang berjudul Pendidikan yang Berkebudayaan, Jumat (13/11/2020).

Acara bedah buku yang digelar Aliansi Kebangsaan dan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti ini dilaksanakan dalam rangka peringatan “Hari Pahlawan”, untuk menghormati para pahlawan. Sekaligus refleksi perenungan terhadap nilai-nilai kepahlawanan para pejuang bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari penjajahan. (Baca juga: FGD Aliansi Kebangsaan Ingatkan Kembali Pentingnya Haluan Negara )

"Termasuk perjuangan pembebasan dari kebodohan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan nasional," kata Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo saat berbicara dalam webinar. (Baca juga: Aliansi Kebangsaan Gelar FGD Virtual Gerakan Tranformasi Menuju Ekonomi Pengetahuan )

Pontjo mengatakan, Bangsa Indonesia memiliki sejumlah tokoh pendidikan yang sudah diakui sebagai pahlawan nasional. Di antaranya yakni, Ki Hajar Dewantara, RA Kartini, Dewi Sartika, Kyai Hasyim Asy’ari, dan Kyai Ahmad Dahlan.

"Masih banyak pejuang dan pahlawan dalam bidang pendidikan lainnya tanpa tanda jasa, seperti para dosen, guru, penyelengara pendidikan, penggiat pendidikan, pemerhati, pemikir, dan lain-lain. Salah satunya adalah Bung Yudi Latif yang banyak mencurahkan perhatian dan pemikirannya pada masalah pendidikan nasional, antara lain yang dituangkan dalam buku terbarunya Pendidikan yang Berkebudayaan yang akan kami dalami pada kesempatan ini," kata dia.

Menurut Pontjo, Aliansi Kebangsaan dan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti menaruh perhatian besar pada pendidikan nasional karena pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tugas konstitusional yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Pendidikan juga merupakan investasi yang akan menentukan masa depan dan kemajuan peradaban bangsa.

Bahkan, pendidikan merupakan persoalan hidup dan matinya seluruh bangsa (education is a matter of life and death for the entire of nation). Karenanya, kita semua tentu sepakat bahwa nasib bangsa ini di masa depan sangat bergantung pada kontribusi pendidikannya. Kata Yudi Latif, pendidikan adalah benih harapan.

Dengan demikian, sistem pendidikan nasional mengemban misi atau amanah “masa depan” bangsanya. Demikian juga pandangan Daoed Joesoef (2001) tokoh pendidikan nasional kita bahwa sistem pendidikan nasional” dituntut untuk mampu mengantisipasi, merumuskan nilai-nilai, dan menetapkan prioritas-prioritas dalam suasana perubahan yang tidak pasti agar generasi-generasi mendatang tidak menjadi “mangsa” dari proses yang semakin tidak terkendali di zaman mereka di kemudian hari.

"Jangan menanti apa pun dari masa depan, karena kita sendirilah yang harus menyiapkannya," ujar Pontjo.

Dalam konteks menyiapkan masa depan tersebut, sistem pendidikan nasional tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh globalisasi. Tidak mungkin menghindar dari arus globalisasi dengan segala pengaruhnya termasuk penetrasi kebudayaan yang begitu gencar. Sehingga tidak terhindarkan masuknya aneka-ragam paham, nilai, ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai ke-Indonesiaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringati Hari Pahlawan,...
Peringati Hari Pahlawan, Kogabwilhan III Gelar Trisula Heroes Run 2025
Peringati Hari Pahlawan,...
Peringati Hari Pahlawan, 5 Ton Sampah di Pulau Kasam Dibersihkan
Kisah Marsinah, Aktivis...
Kisah Marsinah, Aktivis Buruh Asal Nganjuk yang Jadi Pahlawan Nasional
Kisah Bung Tomo, Tokoh...
Kisah Bung Tomo, Tokoh Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang Hidup Religius dan Dekat dengan Kiai
Tolak Perpecahan, Raja,...
Tolak Perpecahan, Raja, Kepala Suku, hingga Tokoh Agama Deklarasikan Kebangsaan di Ternate
Komitmen Tuntaskan Permasalahan...
Komitmen Tuntaskan Permasalahan di Halmahera Tengah, Putra Daerah Edi Langkara Banjir Dukungan
Bedah Buku “Kedahsyatan...
Bedah Buku Kedahsyatan Bahasa, Bahas Peran Bahasa dan Perempuan
Peluncuran Buku Penanganan...
Peluncuran Buku Penanganan TPPO, Wakapolri: Kejahatan Ini Telah Bertransformasi
Bahlil Soal Masih Ada...
Bahlil Soal Masih Ada Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto: Mudah-mudahan Mereka Bisa Ikhlaskan
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Jadwalkan...
Polda Metro Jaya Jadwalkan Periksa Awkarin Hari Ini Terkait Kasus Hanania Travel
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Berita Terkini
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Kronologi Kecelakaan...
Kronologi Kecelakaan Maut Truk Rem Blong di Bekasi Timur, 1 Orang Tewas dan 5 Luka
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved