Rusak Diterjang Gelombang, Bagaimana Nasib 39 Perahu Nelayan?
Kamis, 12 November 2020 - 20:31 WIB
loading...
Perahu nelayan yang rusak kini mulai diperbaiki dan sebagian akan diganti. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Gelombang pasang dan angin kencang membuat 39 perahu nelayan yang mengalami kerusakan. Para nelayan juga kehilangan peralatan, bahkan empat di antaranya sempat tenggelam. (Baca juga: Dihantam Gelombang Tinggi, Puluhan Perahu Nelayan Tenggelam )
Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini meninjau pemukiman nelayan. Bahkan, saat melihat beberapa perahu mengalami kerusakan, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu para nelayan itu memperbaiki perahu mereka.
"Saya habis salat subuh tadi langsung lari ke Kenjeran, untuk melihat kondisinya. Lalu pukul 07.00 WIB, saya baru sampai rumah dinas. Kenapa saya melakukan itu, karena saya tidak mau terlambat," kata Risma, Kamis (12/11/2020).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya , Irvan Widyanto mengatakan, Pemkot Surabaya telah mengantisipasi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadinya gelombang air pasang di pesisir timur Surabaya . (Baca juga: Hendak Dijual, 2 Gadis SMP Disekap Mucikari di Lokalisasi Banyuwangi )
"Untuk prediksi BMKG kita sosialisasikan. Selain itu, kita juga ada layar monitor (Weather Information Display) di dekat Taman Suroboyo yang bisa dipantau oleh semua warga kampung nelayan dan juga di beberapa titik yang sudah dipasang pemkot," kata Irvan.
Wali Kota Surabaya , Tri Rismaharini meninjau pemukiman nelayan. Bahkan, saat melihat beberapa perahu mengalami kerusakan, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu para nelayan itu memperbaiki perahu mereka.
"Saya habis salat subuh tadi langsung lari ke Kenjeran, untuk melihat kondisinya. Lalu pukul 07.00 WIB, saya baru sampai rumah dinas. Kenapa saya melakukan itu, karena saya tidak mau terlambat," kata Risma, Kamis (12/11/2020).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya , Irvan Widyanto mengatakan, Pemkot Surabaya telah mengantisipasi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadinya gelombang air pasang di pesisir timur Surabaya . (Baca juga: Hendak Dijual, 2 Gadis SMP Disekap Mucikari di Lokalisasi Banyuwangi )
"Untuk prediksi BMKG kita sosialisasikan. Selain itu, kita juga ada layar monitor (Weather Information Display) di dekat Taman Suroboyo yang bisa dipantau oleh semua warga kampung nelayan dan juga di beberapa titik yang sudah dipasang pemkot," kata Irvan.
Lihat Juga :