Aksi Demo Usut Kasus Bupati Maros Diduga Ditunggangi Kandidat Pilkada
Kamis, 12 November 2020 - 18:31 WIB
loading...
Massa aksi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Menggugat (Gertak) menggelar unjuk rasa di depan Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros, Kamis (12/11/2020). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Puluhan orang yang menamai diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Menggugat (Gertak) menggelar unjuk rasa di depan Polres Maros dan Kejaksaan Negeri Maros . Mereka menuntut agar kasus dugaan korupsi Bupati Maros , Hatta Rahman dituntaskan oleh penegak hukum.
Dari pantauan di lokasi, terlihat beberapa orang peserta aksi mengenakan seragam organisasi bertuliskan salah satu organisasi masyarakat (ormas). Adapula yang menggunakan atribut diduga milik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati tertentu, baik yang tertempel di handphone maupun di motor mereka.
Seseorang dari peserta aksi yang ikut itu, diduga merupakan pendukung salah satu pasangan calon yang juga ikut dalam aksi yang sama di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga di Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Baca juga: Begini Konsep Chaidir Syam-Suhartina Atasi Banjir di Maros
Juru Bicara Paslon nomor urut 2 Chaidir Syam-Suhartina Bohari , Chaerul Syahab merespons aksi tersebut. Ia menduga, paslon lain sengaja melakukan kompromi politik untuk menurunkan elektabilitas paslonnya yang secara survei terpaut jauh.
“Kami sangat mengerti jika gerakan ini adalah upaya untuk men-down grade elektabilitas paslon 2. Sasarannya memang ke Pak Hatta Rahman, tapi jelas ini serangannya ke pihak kami yang memang tidak bisa dipisahkan dengan pak Hatta,” katanya, Kamis (12/11/2020).
Lebih lanjut, Chaerul menyebut jika upaya yang dilakukan oleh dua kubu paslon untuk menurunkan elektabilitas paslonnya itu sangat tidak tepat. Selain karena masyarakat, ia nilai sangat cerdas menanggapi hal semacam itu, isu korupsi yang coba dibangun oleh kubu paslon lain itu sudah usang.
Dari pantauan di lokasi, terlihat beberapa orang peserta aksi mengenakan seragam organisasi bertuliskan salah satu organisasi masyarakat (ormas). Adapula yang menggunakan atribut diduga milik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati tertentu, baik yang tertempel di handphone maupun di motor mereka.
Seseorang dari peserta aksi yang ikut itu, diduga merupakan pendukung salah satu pasangan calon yang juga ikut dalam aksi yang sama di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga di Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Baca juga: Begini Konsep Chaidir Syam-Suhartina Atasi Banjir di Maros
Juru Bicara Paslon nomor urut 2 Chaidir Syam-Suhartina Bohari , Chaerul Syahab merespons aksi tersebut. Ia menduga, paslon lain sengaja melakukan kompromi politik untuk menurunkan elektabilitas paslonnya yang secara survei terpaut jauh.
“Kami sangat mengerti jika gerakan ini adalah upaya untuk men-down grade elektabilitas paslon 2. Sasarannya memang ke Pak Hatta Rahman, tapi jelas ini serangannya ke pihak kami yang memang tidak bisa dipisahkan dengan pak Hatta,” katanya, Kamis (12/11/2020).
Lebih lanjut, Chaerul menyebut jika upaya yang dilakukan oleh dua kubu paslon untuk menurunkan elektabilitas paslonnya itu sangat tidak tepat. Selain karena masyarakat, ia nilai sangat cerdas menanggapi hal semacam itu, isu korupsi yang coba dibangun oleh kubu paslon lain itu sudah usang.
Lihat Juga :