Olly-Steven Menang Telak Didebat Publik Tahap II
Kamis, 12 November 2020 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, CEP juga menyinggung rencana pihaknya untuk memberikan anggaran dana desa di 15 kab kota senilai Rp200 juta per desa. Menurutnya membangun Sulut dari desa, akan menekan angka gini rasio.
Sedangkan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) menyentil soal pembuatan pabrik-pabrik dan melakukan ekspor. Jawaban VAP kemudian di tambahkan cawagubnya, Hendry Runtuwene yang mengakui kegagalan dalam menurunkan gini rasio, adalah kegagalan pemerintah yang harus diperbaiki.
Menanggapi jawaban kedua paslon, ODSK diwakili Steven Kandouw yang diberikan kesempatan menanggapi jawaban yang ditanyakan, menyatakan cagub nomor 2 tidak mengerti dengan pertanyaan menyangkut gini rasio.
“Minta maaf calon nomor 2, dari apa yang ibu sampaikan, saya berkesimpulan sekali lagi minta maaf, (ibu) belum tahu persis apa terminologi gini rasio,” terangnya sambil menambahkan juga, upaya kedua paslon terkesan tidak ada ikhtiar untuk menurunkan gini rasio.
Sedangkan pada segmen keempat, ketika ODSK kembali diberi kesempatan bertanya, lagi-lagi jawaban paslon 1 dan 2 kurang memuaskan. Pertanyaan itu terkait upaya dan kiat paslon jika menjadi gubernur dan wagub, untuk menaikkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).
Pasalnya PDRB adalah salah satu variabel yang sangat signifikan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu daerah. Atas jawaban paslon 1 dan 2, direspons cagub nomor 3 Olly Dondokambey dengan singkat namun menohok.
“Saya kira kita paham dulu PDRB ini apa? Ini bukan (bicara) PAD. PDRB itu Produk Domestik Regional Bruto. Syukur calon wakil (nomor urut 2) sedikit menyinggungnya, tapi substansi utamanya ngga jelas juga. Bagaimana mau susun makro ekonomi suatu daerah, namun substansi PDRB nda tau apa,” tegas Olly.
Sedangkan Vonnie Anneke Panambunan (VAP) menyentil soal pembuatan pabrik-pabrik dan melakukan ekspor. Jawaban VAP kemudian di tambahkan cawagubnya, Hendry Runtuwene yang mengakui kegagalan dalam menurunkan gini rasio, adalah kegagalan pemerintah yang harus diperbaiki.
Menanggapi jawaban kedua paslon, ODSK diwakili Steven Kandouw yang diberikan kesempatan menanggapi jawaban yang ditanyakan, menyatakan cagub nomor 2 tidak mengerti dengan pertanyaan menyangkut gini rasio.
“Minta maaf calon nomor 2, dari apa yang ibu sampaikan, saya berkesimpulan sekali lagi minta maaf, (ibu) belum tahu persis apa terminologi gini rasio,” terangnya sambil menambahkan juga, upaya kedua paslon terkesan tidak ada ikhtiar untuk menurunkan gini rasio.
Sedangkan pada segmen keempat, ketika ODSK kembali diberi kesempatan bertanya, lagi-lagi jawaban paslon 1 dan 2 kurang memuaskan. Pertanyaan itu terkait upaya dan kiat paslon jika menjadi gubernur dan wagub, untuk menaikkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).
Pasalnya PDRB adalah salah satu variabel yang sangat signifikan untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu daerah. Atas jawaban paslon 1 dan 2, direspons cagub nomor 3 Olly Dondokambey dengan singkat namun menohok.
“Saya kira kita paham dulu PDRB ini apa? Ini bukan (bicara) PAD. PDRB itu Produk Domestik Regional Bruto. Syukur calon wakil (nomor urut 2) sedikit menyinggungnya, tapi substansi utamanya ngga jelas juga. Bagaimana mau susun makro ekonomi suatu daerah, namun substansi PDRB nda tau apa,” tegas Olly.
Lihat Juga :