Di Balik Kesaktian Keris, Ini Kata Empu Yoyok

Kamis, 12 November 2020 - 08:59 WIB
loading...
Di Balik Kesaktian Keris,...
Empu Yoyok menunjukkan salah satu keris miliknya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Keris, salah satu pusaka khas nusantara ini memang memiliki keistimewaan yang luar biasa. Sehingga banyak orang menganggap warisan leluhur itu memiliki kesaktian tersembunyi yang kerap dihubung-hubungkan dengan klenik.

Empu Haryo Herlambang menuturkan, keris memang memiliki banyak keistimewaan yang melekat disetiap helai bilahnya. Namun bukan berarti keris memiliki kesaktian seperti cerita yang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Keistimewan keris, kata pria yang kerap disapa Empu Yoyok, karena di dalamnya mengandung berbagai ragam unsur seperti metalurgi dan fisika. "Dari sisi rancang bangunpun bahkan lebih sulit dari membangun candi," katanya.(Baca juga: Biro Perekonomian Pemprov Jatim Launching JAIM Report, Apa Itu? )

Menurut Empu Yoyok, jika ada menghubungkan keris dengan klenik dipastikan memiliki unsur kepentingan publik. Demi mendapatkan uang, biasanya para penjual dan paranormal memanfaatkan keris untuk mencari perhatian. Melalui media keris itulah paranormal meyakinkan setiap orang yang datang. Keris dimainkan sedemian rupa seolah-olah bisa terbang atau menyembuhkan orang sakit.

"Aslinya keris gak seperti itu. Jika ada cerita keris sakti, itu sama sekali tidak ada. Itu hanya cerita, mitos," tuturnya.(Baca juga: Dihantam Gelombang Tinggi, Puluhan Perahu Nelayan Tenggelam )

Mantan Abdi Keraton Solo ini mengungkapkan, seandainya ada dua keris bisa berdiri dan bertarung sendiri, itu bukan karena kerisnya sakti. Tapi dipengaruhi oleh faktor manusia yang memiliki kemampuan mengendalikan keris. "Keris is keris. Dia adalah benda," ucapnya.

Lantas kenapa keris bisa beratraksi sedemikian rupa? Pentolan Paguyuban Condro Aji Nusantara ini menjelaskan, bahwa energi keris berasal dari metalurginya. Disana terkolaborasi antara besi dan baja sebagai konduktor, penghantar arus listrik, pamor trioksida - titanium dan nikel klorida. Bahan-bahan itulah yang menjadi sumber energi sehingga keris mengelurakan radiasi.

"Sedangkan manusia punya sensor motorik, dari pangkal ekor sampai pangkal kepala. Kalau kita dekat dengan sumber energi yang mengeluarkan sumber energi, otomatis kita teradiasi. Menjadi pola gerak, pola pikir, pola bicara," ungkapnya.



Untuk mewujudkan karya keris yang memiliki nilai estetika dibutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pembuatan satu keris, mulai pasir besi sampai jadi keris dibutuhkan waktu selama 6 bulan.

Para empu biasanya menggunakan bahan dasar seperti pasir besi, batu meteor, pamor, air meteor dan bahan lainnya. Tidak sedikit para Empu melapisi keris dengan emas murni.

Empu Yoyok menambahkan, keris terus beradaptasi sesuai masanya. Awal mula keris dibuat untuk senjata. Namun dengan peradapan zaman, keris saat ini sudah menjadi perlengkapan pakaian adat Jawa.

Kemudian bagi kaum millenial, keris saat ini menjadi salah satu pilihan investasi yang cukup menguntungkan. Keris yang disimpan dalam waktu lama, harganya semakin mahal karena dihelainya terdapat lapisan emas.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Hari Wayang Nasional...
Hari Wayang Nasional 2025, Fadli Zon Dorong Penguatan Ekosistem Kebudayaan
Kisah Mpu Gandring,...
Kisah Mpu Gandring, Pembuat Keris Sakti yang Mengutuk Ken Arok
Kagetnya Mpu Gandring...
Kagetnya Mpu Gandring Ken Arok Pesan Ribuan Senjata dan Keris, Ada yang Dipakai Bunuh Penguasa Tumapel
Legenda Kutukan Keris...
Legenda Kutukan Keris Mpu Gandring Tak Terbukti Renggut 7 Keturunan Ken Arok
Mengenal Gelung Nusantara:...
Mengenal Gelung Nusantara: Upaya Melestarikan Warisan Budaya di Hari Kartini
Time Magazine Nobatkan...
Time Magazine Nobatkan House of Tugu Jakarta World’s Greatest Places 2026
26 Tahun Konsisten,...
26 Tahun Konsisten, Festival Musik Patrol UNEJ Jadi Wadah Pelestarian Budaya Jember
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved