Mengenal Menara ATC Tintin Kemayoran, Saksi Sejarah Kejayaan Penerbangan Indonesia
Rabu, 11 November 2020 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Dalam seri komik yang berjudul Flight 714, Tintin melakukan penerbangan dari London menuju Sydney dan singgah di Indonesia. Tidak hanya memperlihatkan ruang tunggu bandara, namun komik Tintin juga memuat menara Air Traffic Control (ATC).
Menara yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 495 tahun 1993 tersebut kini dikenal dengan sebutan menara ATC Tintin.
Meski Bandara Kemayoran telah berhenti beroperasi sejak 1985, namun bangunan menara ATC masih dapat dilihat dengan jelas. Hingga saat ini masih banyak pengunjung baik dari komunitas hingga Duta Besar Belgia yang mengunjungi menara ATC untuk mengenang sejarah penerbangan dan kisah perjalanan Tintin di Indonesia.
Kehadiran menara ATC Tintin tentu tidak dapat dilepaskan dari perjalanan penerbangan Indonesia dengan cat khas merah putih menara ini masih kokoh berdiri meski dibangun pada 1938. (Baca juga: Saat Pandemi Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Tetap Jaga Kebersihan dan Keindahan)
Menjadi saksi sejarah penerbangan, menara ini bagaikan sisa sejarah dalam perkembangan dan kejayaan kedirgantaraan Indonesia kala itu.
Menara yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 495 tahun 1993 tersebut kini dikenal dengan sebutan menara ATC Tintin.
Meski Bandara Kemayoran telah berhenti beroperasi sejak 1985, namun bangunan menara ATC masih dapat dilihat dengan jelas. Hingga saat ini masih banyak pengunjung baik dari komunitas hingga Duta Besar Belgia yang mengunjungi menara ATC untuk mengenang sejarah penerbangan dan kisah perjalanan Tintin di Indonesia.
Kehadiran menara ATC Tintin tentu tidak dapat dilepaskan dari perjalanan penerbangan Indonesia dengan cat khas merah putih menara ini masih kokoh berdiri meski dibangun pada 1938. (Baca juga: Saat Pandemi Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Tetap Jaga Kebersihan dan Keindahan)
Menjadi saksi sejarah penerbangan, menara ini bagaikan sisa sejarah dalam perkembangan dan kejayaan kedirgantaraan Indonesia kala itu.
Lihat Juga :