Kisah Mbah Manshur, Penyepuh Bambu Runcing Bertuah dalam Pertempuran 10 November

Selasa, 10 November 2020 - 20:03 WIB
loading...
A A A
Sebagai keturunan ulama pejuang, Mbah Manshur yang bernama kecil Yasin tersebut, banyak menghabiskan waktu di pondok pesantren. Di masa mudanya berpindah dari satu ponpes ke ponpes lain. Menurut Mbah Hisyam, ayahnya (Mbah Manshur) merupakan santri Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari Ponpes Tebuireng Jombang, kakek KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Bersama Mbah Sholeh, kakak sulungnya, Mbah Manshur juga pernah nyantri ke Mbah Cholil (KH Syaikhona Cholil) Bangkalan Madura. Kata Mbah Hisyam, ada cerita lucu saat kakak beradik itu pertama kali menginjakkan kaki di pondok Mbah Cholil Bangkalan Madura. Keduanya langsung dikepung, dan dalam situasi menegangkan itu, Mbah Cholil mengatakan : "malinge wes dikepung (malingnya sudah dikepung".

"Ternyata bahasa kiasan. Yang dimaksud Mbah Cholil adalah maling ilmu," terang Mbah Hisyam dengan tertawa. Dalam perjalanan riyadhahnya (tirakat), Mbah Manshur juga pernah mondok di Ponpes Mojosari, Nganjuk yang didirikan KH Ali Imron. Seingat Mbah Hisyam, ayahnya juga pernah nyantri di Ponpes Tremas, Pacitan. "InsyaAllah juga pernah nyantri di Ponpes Tremas, Pacitan," tambah Mbah Hisyam.

Sebagai kiai sekaligus pejuang laskar Sabilillah, Mbah Manshur terkenal memiliki kemampuan ilmu kanuragan (ilmu kesaktian) yang pilih tanding. Suwuknya ampuh. Gemblengannya jaduk. Tidak hanya soal ilmu kebal. Suwuk Mbah Manshur mampu menyulap bambu runcing menjadi senjata ampuh yang tidak kalah dengan kemutakhiran bedil sekutu.

"Yang disuwuk atau diasmaki tidak hanya bambu runcing. Tapi juga pedang, parang, golok dan bedil," terang Mbah Hisyam. Seingat Mbah Hisyam, tidak ada proses perendaman di kolam seperti cerita yang beredar selama ini. Yang ia tahu, bambu runcing yang hendak disepuh atau disuwuk hanya diikat menjadi satu dan digeletakkan di atas tanah. Bambu selengan orang dewasa tersebut dibawa masing masing pejuang. Sebagian besar berjenis bambu kuning dan bambu jabal.

Di depan santri pejuang, Mbah Manshur memanjatkan doa. Usai merapal mantra, bibirnya meniup bambu runcing yang terikat menjadi satu tersebut. Tiga kali tiupan. Saat bersamaan, dipimpin oleh Mashudi dan Mansuri, yakni kakak kandung Mbah Hisyam, para santri berdoa berjamaah dengan suara keras. "Prosesnya hanya ditiup. Setahu saya tidak ada bambu yang direndam di kolam," kata Mbah Hisyam.

Hasilnya dahsyat. Cerita dari mulut ke mulut yang didengar Mbah Hisyam, bambu runcing asmaan Mbah Manshur seperti memiliki nyawa. Saat para pejuang berhadap hadapan dengan tentara sekutu, bambu itu tiba tiba bergetar, lalu terbang sendiri menyerang lawan. Mbah Hisyam menyaksikan sendiri, bagaimana tali yang dipakai mengikat bambu runcing saat suwuk ditiupkan, ternyata juga bertuah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Petugas Lapas Blitar...
2 Petugas Lapas Blitar Diperiksa terkait Dugaan Jual Beli Sel Khusus Rp100 Juta
Sambut 500 Tahun Jakarta,...
Sambut 500 Tahun Jakarta, Pramono Bakal Gelar Haul Ulama dan Pejuang Betawi
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Unitomo Pemberdayaan...
Unitomo Pemberdayaan Kewirausahaan dan Manajemen Koperasi Ponpes Ibnu Mas’ud Blitar
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Bahlil Soal Masih Ada...
Bahlil Soal Masih Ada Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto: Mudah-mudahan Mereka Bisa Ikhlaskan
Rahmah El Yunusiyyah...
Rahmah El Yunusiyyah sang Pahlawan Nasional
Rekomendasi
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved