Peringati Hari Pahlawan, Komunitas Ini Singgung Eri Cahyadi
Selasa, 10 November 2020 - 13:53 WIB
loading...
Komunitas Wong Suroboyo saat upacara didepan Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar, Surabaya, Senin (9/10) malam. Foto SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November , belasan pemuda menggelar aksi di depan Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar, Surabaya, Senin (9/10) malam. Dalam aksinya, mereka menyinggung nama calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Belasan pemuda yang tergabung dalam komunitas Wong Suroboyo ini menggelar aksi dengan menyalakan lilin secara bersama-sama. Hal itu dilakukan sebagai tanda keprihatinan para generasi milenial atas nasib Rumah Radio Bung Tomo. (Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Pelajar di Surabaya Pentaskan Drama Kolosal )
Selain itu, para pemuda secara bergantian menyampaikan orasi perihal Rumah Radio Bung Tomo. “Di belakang kita ini bangunan cagar budaya, rumah Radio Bung Tomo. Kalau tidak ada ini pasti tidak ada kemerdekaan di Surabaya. Tapi sekarang nasibnya hancur,” kata salah satu pemuda peserta aksi saat berorasi.
Dalam orasinya mereka juga menyingung Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Mereka menyebut nama Eri yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya.
“Rumah di belakang ini merupakan tempat yang paling bersejarah di Surabaya. Tempat seperti ini wajib dilindungi oleh pemerintah. Namun nyatanya saat 2016 bangunan rumah ini diratakan dan kita tahu Dinas Cipta Karya Tata Ruang Pemkot Surabaya saat itu dikepalai Pak Eri Cahyadi. Apakah layak calon walikota seperti ini maju dalam pemilihan Wali Kota Surabaya? Biar masyarakat yang menilai,” katanya.
Belasan pemuda yang tergabung dalam komunitas Wong Suroboyo ini menggelar aksi dengan menyalakan lilin secara bersama-sama. Hal itu dilakukan sebagai tanda keprihatinan para generasi milenial atas nasib Rumah Radio Bung Tomo. (Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Pelajar di Surabaya Pentaskan Drama Kolosal )
Selain itu, para pemuda secara bergantian menyampaikan orasi perihal Rumah Radio Bung Tomo. “Di belakang kita ini bangunan cagar budaya, rumah Radio Bung Tomo. Kalau tidak ada ini pasti tidak ada kemerdekaan di Surabaya. Tapi sekarang nasibnya hancur,” kata salah satu pemuda peserta aksi saat berorasi.
Dalam orasinya mereka juga menyingung Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Mereka menyebut nama Eri yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya.
“Rumah di belakang ini merupakan tempat yang paling bersejarah di Surabaya. Tempat seperti ini wajib dilindungi oleh pemerintah. Namun nyatanya saat 2016 bangunan rumah ini diratakan dan kita tahu Dinas Cipta Karya Tata Ruang Pemkot Surabaya saat itu dikepalai Pak Eri Cahyadi. Apakah layak calon walikota seperti ini maju dalam pemilihan Wali Kota Surabaya? Biar masyarakat yang menilai,” katanya.
Lihat Juga :