Kolang Kaling pun Kena Dampak COVID-19, Penjualan Turun Dratis
Sabtu, 09 Mei 2020 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
Namun, saat ini permintaan menurun hingga penjualan kolang kaling tidak seramai biasanya. "Ada beberapa yang terpaksa harus dibuang karena terlalu lama disimpan. Tapi masuk minggu ketiga puasa pembeli sudah mulai banyak," katanya.
Proses pembuatan kolang kaling sendiri dimulai dari pemisahan buah dari batang, lalu direbus selama dua jam untuk menghilangkan getah gatal. Setalah masak didiamkan dan dilanjutkan dengan pengupasan untuk mengeluarkan kolang kaling lalu dipipihkan. Tidak sampai disitu, setelah dipipihkan kolang kaling harus direndam air selama tiga hari dan kemudian baru bisa dipasarkan.
"Tiap bulan puasa kolang kaling bisa terjual lima kwintal. Sekarang bahan bakunya sudah mulai susah, apalagi proses pembuatannya juga lama sementara puasa sudah tinggal dua minggu lagi," timpal perajin lainnya, Obar (55). (Baca juga; 2 Pekan Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar Halau 47.749 Kendaraan Pemudik )
Proses pembuatan kolang kaling sendiri dimulai dari pemisahan buah dari batang, lalu direbus selama dua jam untuk menghilangkan getah gatal. Setalah masak didiamkan dan dilanjutkan dengan pengupasan untuk mengeluarkan kolang kaling lalu dipipihkan. Tidak sampai disitu, setelah dipipihkan kolang kaling harus direndam air selama tiga hari dan kemudian baru bisa dipasarkan.
"Tiap bulan puasa kolang kaling bisa terjual lima kwintal. Sekarang bahan bakunya sudah mulai susah, apalagi proses pembuatannya juga lama sementara puasa sudah tinggal dua minggu lagi," timpal perajin lainnya, Obar (55). (Baca juga; 2 Pekan Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar Halau 47.749 Kendaraan Pemudik )
(wib)
Lihat Juga :