Waspadai Kejahatan Berkedok Misi Sosial

Senin, 09 November 2020 - 08:18 WIB
loading...
Waspadai Kejahatan Berkedok...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
Wiendy Hapsari
Kepala Litbang Sindonews-Koran SINDO

Situasi pandemi nyatanya tak melulu melahirkan dampak negatif. Harus diakui situasi ini juga memunculkan sejumlah implikasi positif. Salah satunya muncul gejala sosial baru dalam masyarakat berupa peningkatan solidaritas sosial.

Hal itu antara lain diungkap guru besar UIN Syarif Hidayatulah Jakarta Prof Achmad Mubarok. Dalam wawancara dengan Sindonews.com, guru besar di bidang psikologi Islam ini mengatakan, di tengah pandemi, solidaritas sosial masyarakat mengalami peningkatan. Rasa solidaritas tersebut kemudian diimplementasikan melalui berbagai kegiatan sosial. Di antaranya program donasi atau penggalangan dana dengan tujuan membantu masyarakat yang terdampak. (Baca: Pentingnya Tafakuri Diri)

Sayangnya di saat solidaritas sosial masyarakat tengah membara, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini demi mendapatkan keuntungan pribadi. Berdalih misi sosial, oknum tersebut menjalankan aksi penipuan amal (charity fraud). Seperti dilansir britannica.com, penipuan amal merupakan jenis penipuan yang terjadi ketika organisasi amal meminta bantuan dana dari publik untuk tujuan filantropi.

Sementara itu pada kenyataannya dana yang masuk tidak pernah dipergunakan sebagaimana mestinya. Penipuan amal ini merupakan praktik kejahatan yang menyalahgunakan kepercayaan masyarakat dengan memanipulasi emosi dan kemurahan hati donor untuk membantu warga yang membutuhkan.

Berbagai modus pun dilakukan untuk menjerat korbannya. Dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, pelaku menjalankan modus dengan menghubungi korban langsung baik melalui e-mail, telepon atau chat WhatsApp. Pelaku mengirimkan pesan kepada korban untuk ikut berpartisipasi memberikan sumbangan bagi korban bencana pandemi. Bahkan untuk lebih meyakinkan korbannya, pelaku menyertakan sejumlah bukti seperti foto-foto korban bencana.

Ada juga modus lain pelaku melalui penjualan voucher. Pelaku mengiming-imingi korban bahwa sekian persen dari hasil penjualan voucher akan didonasikan kepada korban bencana pandemi. Padahal uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah Tak Tahu Penyederhanaan Kurikulum)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantri Kotak Ungkap...
Tantri Kotak Ungkap Update Kasus Dugaan Penipuan, Pelaku Masih Diburu
Info Resmi Undian AQUA...
Info Resmi Undian AQUA Terbaru, Cek Sebelum Klaim Hadiah di AQUA 100% Untung!
Kasus Penggelapan Dana...
Kasus Penggelapan Dana Perusahaan, Sadiah Amir Sussy Ditahan
Rekomendasi
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
MNCTV Buka Audisi KDI...
MNCTV Buka Audisi KDI 2026 dan DMD Panggung Rezeki di Klaten, Kesempatan Wujudkan Mimpi Jadi Bintang Dangdut
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Berita Terkini
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved