Gibran Siapkan Inovasi dan Kejutan Pertanian di Solo, Begini Penjelasannya
Sabtu, 07 November 2020 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
Cara pemikiran inilah, ungkap Maria yang keliru. Di mana HKTI selalu dihubungkan dengan pertanian. Padahal cakupan HKTI itu luas.
"Memang (HKTI) itu yang selalu menjadi pertanyaan masyarakat umum. Kok Solo ada HKTI. Padahal Solo tak punya pertanian. Inilah pandangan yang keliru, selalu menghubungkan HKTI dengan pertanian, padi dan tanaman. Padahal cakupan HKTI itu luas," papar Maria.
Meski tak memiliki lahan pertanian, namun ungkap Maria, Solo memiliki kekuatan dibidang kuliner. Inilah yang akan dimanfaatkan oleh HKTI melalui forum dan program HKTI se Subosukowonosraten.
"Kekuatan Solo itu di bidang kuliner. Melalui forum, kita akan memanfaatkan program Subosukowonosraten. Kita kelola menjadi satu bahan kuliner karena unggulan kita itu kuliner," ujarnya.
Nantinya hasil panen dari lingkungan (forum Subosukowonosraten) secara bertahap selain untuk kuliner juga disalurkan ke pasar yang ada di Solo. "Baik pasar Legi maupun pasar Gede," katanya.
"Memang (HKTI) itu yang selalu menjadi pertanyaan masyarakat umum. Kok Solo ada HKTI. Padahal Solo tak punya pertanian. Inilah pandangan yang keliru, selalu menghubungkan HKTI dengan pertanian, padi dan tanaman. Padahal cakupan HKTI itu luas," papar Maria.
Meski tak memiliki lahan pertanian, namun ungkap Maria, Solo memiliki kekuatan dibidang kuliner. Inilah yang akan dimanfaatkan oleh HKTI melalui forum dan program HKTI se Subosukowonosraten.
"Kekuatan Solo itu di bidang kuliner. Melalui forum, kita akan memanfaatkan program Subosukowonosraten. Kita kelola menjadi satu bahan kuliner karena unggulan kita itu kuliner," ujarnya.
Nantinya hasil panen dari lingkungan (forum Subosukowonosraten) secara bertahap selain untuk kuliner juga disalurkan ke pasar yang ada di Solo. "Baik pasar Legi maupun pasar Gede," katanya.
(shf)
Lihat Juga :