Pengamat Sebut Akhyar Menguasai Substansi, Bobby Masih Wacana
Sabtu, 07 November 2020 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Saat debat sesi pertama, Akhyar dan Salman begitu lugas menyampaikan visi misi selama tiga menit.
Namun, giliran Bobby dan Aulia yang diberi kesempatan, mereka kebingungan menyampaikan visi misinya. Yang terjadi, keduanya menyerang soal jalan raya dan program pemerintah kota Medan.
Bobby dengan lantas menuding Medan adalah kota metropolitan semu. "Medan menjadi kota metropolitan semu," kata Bobby dalam debat publik perdana Pilkada Medan yang digelar KPU Kota Medan di Hotel Grand Mercure.
Pernyataan Bobby itu membuat banyak warga yang menonton bingung melihat sikap mereka. "Diminta menyampaikan visi misi, tapi kok dia menyampaikan hal lain yang tidak relevan dengan pertanyaan. Jadi visi misinya tidak jelas," kata Amiruddin, seorang pengusaha yang menonton acara tersebut melalui livestream.
Bobby juga terlihat begitu bersemangat menyampaikan kritik soal minimnya UMKM di Medan yang menerapkan digitalisasi dalam system marketingnya.
Menurut Bobby, di era pandemi ini, banyak UKM dan UMKM yang tiarap sehingga sistem marketing digital sangat dibutuhkan. "Di Kota Medan hari ini, terutama sektor UMKM, belum ada digitalisasi," ujar Bobby.
Namun, giliran Bobby dan Aulia yang diberi kesempatan, mereka kebingungan menyampaikan visi misinya. Yang terjadi, keduanya menyerang soal jalan raya dan program pemerintah kota Medan.
Bobby dengan lantas menuding Medan adalah kota metropolitan semu. "Medan menjadi kota metropolitan semu," kata Bobby dalam debat publik perdana Pilkada Medan yang digelar KPU Kota Medan di Hotel Grand Mercure.
Pernyataan Bobby itu membuat banyak warga yang menonton bingung melihat sikap mereka. "Diminta menyampaikan visi misi, tapi kok dia menyampaikan hal lain yang tidak relevan dengan pertanyaan. Jadi visi misinya tidak jelas," kata Amiruddin, seorang pengusaha yang menonton acara tersebut melalui livestream.
Bobby juga terlihat begitu bersemangat menyampaikan kritik soal minimnya UMKM di Medan yang menerapkan digitalisasi dalam system marketingnya.
Menurut Bobby, di era pandemi ini, banyak UKM dan UMKM yang tiarap sehingga sistem marketing digital sangat dibutuhkan. "Di Kota Medan hari ini, terutama sektor UMKM, belum ada digitalisasi," ujar Bobby.
Lihat Juga :