Groundbreaking Twin Tower, Gurbernur Harap Pemerintahan Lebih Bersinergi
Sabtu, 07 November 2020 - 09:47 WIB
loading...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat melakukan Groundbreaking Twin Tower. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah , berharap pemerintahan bisa lebih dengan dibangunnya Twin Tower di Kawasan Center Point of Indonesia.
Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah , saat secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Twin Tower , Sabtu, (7/11/2020).
Baca Juga: Twin Tower Dibangun 36 Lantai Berbiaya Rp1,9 Triliun Jadi Peradaban Baru Sulawesi Selatan
Gedung ini akan menjadi gedung terintegrasi dimana akan Kantor Gubernur Sulsel , DPRD Sulsel serta Bupati/Wali Kota se-Sulsel disertai dengan fasilitas lengkap lainnya seperti mal, hotel dan restoran.
"Saya kira untuk membangun Sulsel ke depan mudah, karena kita semua semakin bersinergi," ucap Nurdin.
Nurdin Abdullah bersyukur bawah di tengah pandemi Covid-19 Sulsel masih terus mengeliat melakukan pembangunan infrastruktur.
"Jadi saya kira dalam masa pandemi dan kontrkasi pertumbuhan kita, kita masih bisa bergerak untuk membangun infrastruktur," kata Nurdin Abdullah .
Gedung ini dibangun ungkap Nurdin, bahwa dalam dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ingin semakin memperkuat sinergitas antara dinas. Salah satunya dengan membangun bangunan yang terintegrasi.
"Kita ingin membangun sinergitas antara dinas, membangun secara terintegrasi semua. Tetapi kita punya kantor jauh-jauhan semua, sementara kita punya peluang kita punya lahan di pinggir pantai ini sangat strategis untuk kita jadikan pusat pemerintahan," sebutnya.
Niat ini kemudian disambut oleh PT Waskita Karya untuk membangun dengan sistem keyturn. Dimana baru akan dibayarakan setelah gedung selesai. Gedung ini akan dibangun selama 18 bulan dengan anggaran pembangunan Rp1,9 triliun.
"Jadi dibangun oleh rekanan, rekanannya juga dari BUMN, BUMN pasti ada sumber-sumber pembiayaan dari luar dengan bunga yang lebih murah. Nanti setelah selesai baru kita bayar. Itupun tenggang waktu 25 tahun," jelas Nurdin.
Baca Juga: 24 Kepala Daerah di Sulsel Disediakan Kantor di Twin Tower
Dirinya menjelaskan bahwa, Kantor Gubernur yang ada saat ini, nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH).
"Yang lama itu jadi RTH, kita harapkan akan dinikmati masyarakat sekitar sana menjadi RTH, jadi akan semakin banyak publik space yang akan kita miliki," ungkap Nurdin.
Direktur Utama Perseroda Sulsel, Taufik Fachruddin menyebutkan hadirnya gedung ini juga berkat dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Forkopimda Sulsel dengan merubah status Perusda Sulsel menjadi Perseroda.
Dengan bimbingan yang ada Perseroda melakukan loncatan dan inovasi.
"Di Perseroda ini, selalu memberikan loncatan-loncatan yang terus terang kami juga keteteran. Tapi Insyaallah dengan semangat yang dimiliki tim perseroda, insyaallah salah satu bukti hari ini. Perseroda Sulsel diberikan tugas dan tanggung jawab oleh Bapak Gubernur untuk membangun Twin Tower Provinsi Sulsel," sebutnya.
Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah , saat secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan Gedung Twin Tower , Sabtu, (7/11/2020).
Baca Juga: Twin Tower Dibangun 36 Lantai Berbiaya Rp1,9 Triliun Jadi Peradaban Baru Sulawesi Selatan
Gedung ini akan menjadi gedung terintegrasi dimana akan Kantor Gubernur Sulsel , DPRD Sulsel serta Bupati/Wali Kota se-Sulsel disertai dengan fasilitas lengkap lainnya seperti mal, hotel dan restoran.
"Saya kira untuk membangun Sulsel ke depan mudah, karena kita semua semakin bersinergi," ucap Nurdin.
Nurdin Abdullah bersyukur bawah di tengah pandemi Covid-19 Sulsel masih terus mengeliat melakukan pembangunan infrastruktur.
"Jadi saya kira dalam masa pandemi dan kontrkasi pertumbuhan kita, kita masih bisa bergerak untuk membangun infrastruktur," kata Nurdin Abdullah .
Gedung ini dibangun ungkap Nurdin, bahwa dalam dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ingin semakin memperkuat sinergitas antara dinas. Salah satunya dengan membangun bangunan yang terintegrasi.
"Kita ingin membangun sinergitas antara dinas, membangun secara terintegrasi semua. Tetapi kita punya kantor jauh-jauhan semua, sementara kita punya peluang kita punya lahan di pinggir pantai ini sangat strategis untuk kita jadikan pusat pemerintahan," sebutnya.
Niat ini kemudian disambut oleh PT Waskita Karya untuk membangun dengan sistem keyturn. Dimana baru akan dibayarakan setelah gedung selesai. Gedung ini akan dibangun selama 18 bulan dengan anggaran pembangunan Rp1,9 triliun.
"Jadi dibangun oleh rekanan, rekanannya juga dari BUMN, BUMN pasti ada sumber-sumber pembiayaan dari luar dengan bunga yang lebih murah. Nanti setelah selesai baru kita bayar. Itupun tenggang waktu 25 tahun," jelas Nurdin.
Baca Juga: 24 Kepala Daerah di Sulsel Disediakan Kantor di Twin Tower
Dirinya menjelaskan bahwa, Kantor Gubernur yang ada saat ini, nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH).
"Yang lama itu jadi RTH, kita harapkan akan dinikmati masyarakat sekitar sana menjadi RTH, jadi akan semakin banyak publik space yang akan kita miliki," ungkap Nurdin.
Direktur Utama Perseroda Sulsel, Taufik Fachruddin menyebutkan hadirnya gedung ini juga berkat dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur serta Forkopimda Sulsel dengan merubah status Perusda Sulsel menjadi Perseroda.
Dengan bimbingan yang ada Perseroda melakukan loncatan dan inovasi.
"Di Perseroda ini, selalu memberikan loncatan-loncatan yang terus terang kami juga keteteran. Tapi Insyaallah dengan semangat yang dimiliki tim perseroda, insyaallah salah satu bukti hari ini. Perseroda Sulsel diberikan tugas dan tanggung jawab oleh Bapak Gubernur untuk membangun Twin Tower Provinsi Sulsel," sebutnya.
(agn)
Lihat Juga :