HD Dukung Permohonan Penlok Ruas Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi
Jum'at, 06 November 2020 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
HD mengintruksikan agar Dinas terkait juga teliti dalam pengawasan kemungkinan terhadap lahan-lahan pembangunan tol yang melewati kawasan hutan yang menjadi kewenangan Pemprov Sumsel sehingga diharapkan tidak ada masalah dikemudian hari. Kemudian juga dilakukan pengecekan aspek-aspek lingkungan yang diperlukan.
"Untuk hal lainnya, harapan saya agar HK dapar melibatkan dan memberdayakan tenaga lokal yang ada di Sumsel dalam rangka percepatan pembangunan ruas tol. Artinya Selama bahan baku atau orang yang ada di Sumsel bisa dipekerjakan maka berdayakan saja. Karena kita butuh ini sebagai salah satu cara memulihkan ekonomi daerah akibat dampak Covid-19," tuturnya.
Lanjutnya HD meminta kedepannya HK tetap membina komunikasi dan koordinasi lebih lanjut apabila selama pembangunan ditemukan kendala-kendala agar dapat segera dicarikan solusi terbaik.
"Jangan sampai ada keterhambatan karena kurangnya koordinasi. Target kita 2023, Sumsel dapat dilalui berbagai jalan tol, baik trans sumatera, palindra, hingga nantinya tol kapal betung. Mudah - mudahan kerjasama ini membuahkan hasil dan dapat menyegerakan pemulihan ekonomi daerah," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar BBPJN V, Syaiful Anwar menjelaskan bahwa ruas tol ini memiliki panjang total169 km dimana 134 km berada di kawasan Sumsel dan 35 km di Provinsi Jambi. Exit Tol ini untuk Sumsel berjumlah 3 Exit tol yang rencananya terletak di Betung km 0, tungkal jaya km 64 dan Bayung lencir. Serta 3 rest area dari jumlah 4 rest area pada tol ini akan terletak di Sumsel.
"Untuk hal lainnya, harapan saya agar HK dapar melibatkan dan memberdayakan tenaga lokal yang ada di Sumsel dalam rangka percepatan pembangunan ruas tol. Artinya Selama bahan baku atau orang yang ada di Sumsel bisa dipekerjakan maka berdayakan saja. Karena kita butuh ini sebagai salah satu cara memulihkan ekonomi daerah akibat dampak Covid-19," tuturnya.
Lanjutnya HD meminta kedepannya HK tetap membina komunikasi dan koordinasi lebih lanjut apabila selama pembangunan ditemukan kendala-kendala agar dapat segera dicarikan solusi terbaik.
"Jangan sampai ada keterhambatan karena kurangnya koordinasi. Target kita 2023, Sumsel dapat dilalui berbagai jalan tol, baik trans sumatera, palindra, hingga nantinya tol kapal betung. Mudah - mudahan kerjasama ini membuahkan hasil dan dapat menyegerakan pemulihan ekonomi daerah," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar BBPJN V, Syaiful Anwar menjelaskan bahwa ruas tol ini memiliki panjang total169 km dimana 134 km berada di kawasan Sumsel dan 35 km di Provinsi Jambi. Exit Tol ini untuk Sumsel berjumlah 3 Exit tol yang rencananya terletak di Betung km 0, tungkal jaya km 64 dan Bayung lencir. Serta 3 rest area dari jumlah 4 rest area pada tol ini akan terletak di Sumsel.
(ars)
Lihat Juga :