5 Cara Mengurangi Risiko Akibat Asap Rokok
Jum'at, 06 November 2020 - 09:44 WIB
loading...
5 Cara Mengurangi Risiko Akibat Asap Rokok. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Kebiasaan merokok memiliki berbagai dampak buruk terhadap tubuh, tidak hanya bagi perokok, namun juga orang-orang di sekitarnya yang ikut mengirup asap rokok. Kebiasaan ini menjadi sulit dihentikan karena rokok memiliki kandungan adiktif, sehingga membuat para perokok kecanduan.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Kemenkes tahun 2013 mengungkapkan bahwa setidaknya 97 juta penduduk Indonesia telah terpapar asap rokok. Lebih jauh, diperkirakan bahwa untuk setiap 8 orang yang meninggal karena menjadi perokok aktif, terdapat 1 perokok pasif yang meninggal karena terpapar rokok orang lain. (Baca juga: Komitmen Pemerintah Larang Iklan Rokok Mendesak lewat Revisi PP 109/2012 )
Di saat yang sama, kanker paru terus menjadi ancaman terbesar sebagai kanker pembunuh pria dewasa nomor satu di Indonesia, dengan lebih dari 26.000 pasien yang meninggal setiap tahunnya. Tidak hanya perokok saja yang berisiko tinggi terkena kanker paru. Faktanya, perokok pasif yang terekspos terus-menerus pada asap rokok memiliki risiko 20-30% lebih tinggi terhadap kanker paru, dan 23% lebih berisiko terhadap gangguan jantung, menurut penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Baca juga: Unpad Paparkan Hasil Studi HPTL yang Berpotensi Kurangi Risiko bagi Perokok )
Hal ini membuktikan bahwa perokok aktif maupun pasif perlu memiliki kesadaran untuk mengurangi risiko yang timbul akibat bahaya asap rokok.
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama adalah adalah mengurangi dan membatasi jumlah rokok per hari. Asosiasi Medis Amerika menyatakan bahwa mengurangi jumlah rokok dari 20 ke 10 batang per hari akan mengurangi risiko kanker paru sebesar 27%.
Bahkan, risiko ini bisa dipangkas hingga 90% jika perokok memutuskan untuk berhenti sebelum berumur 45 tahun. Sejauh ini, mengurangi atau berhenti dari kebiasaan merokok merupakan cara paling efektif untuk menghindari risiko kanker paru sedari dini.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Kemenkes tahun 2013 mengungkapkan bahwa setidaknya 97 juta penduduk Indonesia telah terpapar asap rokok. Lebih jauh, diperkirakan bahwa untuk setiap 8 orang yang meninggal karena menjadi perokok aktif, terdapat 1 perokok pasif yang meninggal karena terpapar rokok orang lain. (Baca juga: Komitmen Pemerintah Larang Iklan Rokok Mendesak lewat Revisi PP 109/2012 )
Di saat yang sama, kanker paru terus menjadi ancaman terbesar sebagai kanker pembunuh pria dewasa nomor satu di Indonesia, dengan lebih dari 26.000 pasien yang meninggal setiap tahunnya. Tidak hanya perokok saja yang berisiko tinggi terkena kanker paru. Faktanya, perokok pasif yang terekspos terus-menerus pada asap rokok memiliki risiko 20-30% lebih tinggi terhadap kanker paru, dan 23% lebih berisiko terhadap gangguan jantung, menurut penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Baca juga: Unpad Paparkan Hasil Studi HPTL yang Berpotensi Kurangi Risiko bagi Perokok )
Hal ini membuktikan bahwa perokok aktif maupun pasif perlu memiliki kesadaran untuk mengurangi risiko yang timbul akibat bahaya asap rokok.
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama adalah adalah mengurangi dan membatasi jumlah rokok per hari. Asosiasi Medis Amerika menyatakan bahwa mengurangi jumlah rokok dari 20 ke 10 batang per hari akan mengurangi risiko kanker paru sebesar 27%.
Bahkan, risiko ini bisa dipangkas hingga 90% jika perokok memutuskan untuk berhenti sebelum berumur 45 tahun. Sejauh ini, mengurangi atau berhenti dari kebiasaan merokok merupakan cara paling efektif untuk menghindari risiko kanker paru sedari dini.
Lihat Juga :