Luar Biasa! Ekonomi Sulsel Tumbuh 8,5 Persen di Kuartal III
Kamis, 05 November 2020 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Mantan bupati Bantaeng dua periode ini mengatakan, dirinya tak ingin terpengaruh dengan kondisi perekonomian secara nasional. Apalagi menurut dia, selama ini Sulsel sudah punya pengalaman menghadapi krisis. Sektor pangan menjadi andalan.
"Sulsel itu punya daya tahan tersendiri. Kenapa? Karena kita di sektor pangan. Karena itu saya ingatkan kita semua, Sulsel ini harus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Nurdin.
Dari data BPS secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi sebesar 3,49% (y-on-y). Dimana kuartal II sebelumnya di posisi minus 5,32%.
Sementara jika merujuk secara per kuartal, ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,05% (q-to-q) dibanding triwulan II 2020.
"Saya kira kita tidak usah pesimislah. Kita optimis. Dan bukan hanya Sulsel dan Indonesia, semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat. Makanya kita bersyukur sebagai negara agraris," kata Nurdin.
Sementara Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi menilai, perekonomian Sulsel tidak bisa serta merta dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Apalagi tahun ini kondisi global yang diperhadapkan munculnya COVID-19.
Pandemi COVID-19 ini mengganggu jalannya semua sektor yang berkontribusi pada menurunnya kinerja perekonomian. Kendati begitu, Sulsel bahkan di tengah pandemi sudah menjalankan skenario pemulihan dampak COVID-19. Kinerja ekonomi terus ditingkatkan.
"Sulsel itu punya daya tahan tersendiri. Kenapa? Karena kita di sektor pangan. Karena itu saya ingatkan kita semua, Sulsel ini harus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Nurdin.
Dari data BPS secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi sebesar 3,49% (y-on-y). Dimana kuartal II sebelumnya di posisi minus 5,32%.
Sementara jika merujuk secara per kuartal, ekonomi Indonesia triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,05% (q-to-q) dibanding triwulan II 2020.
"Saya kira kita tidak usah pesimislah. Kita optimis. Dan bukan hanya Sulsel dan Indonesia, semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat. Makanya kita bersyukur sebagai negara agraris," kata Nurdin.
Sementara Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi menilai, perekonomian Sulsel tidak bisa serta merta dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Apalagi tahun ini kondisi global yang diperhadapkan munculnya COVID-19.
Pandemi COVID-19 ini mengganggu jalannya semua sektor yang berkontribusi pada menurunnya kinerja perekonomian. Kendati begitu, Sulsel bahkan di tengah pandemi sudah menjalankan skenario pemulihan dampak COVID-19. Kinerja ekonomi terus ditingkatkan.
Lihat Juga :