Kalangan Pesantren Sodorkan Nama Wagub Jateng untuk Pimpin PPP
Kamis, 05 November 2020 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Ulama lainnya, KH Athoillah Al Asy'ari dari PPTQ Al Asy'ariyyah Kalibeber Wonosobo mengatakan, Taj Yasin Maimoen dipandang sebagai pemimpin muda dari kalangan pesantren yang bisa menjawab tantangan tersebut dan menjadi penyambung antar generasi yang berbasis agama dan nasional.
"Sehubungan dengan hal hal diatas, maka bersama ini segenap kiai muda pesantren mendukung sepenuhnya kepada beliau untuk dicalonkan sebagai ketua umum partai persatuan pembangunan dalam muktama PPP di Makassar, Desember 2020. Ini sebagai sumbangsih kalangan pesantren kepada bangsa dan negara menuju arah pembangunan bangsa dan negara yang multikultur," kata dia.
KH Ali Munajah yang juga tuan rumah dalam silaturahmi nasional Asparagus ini menambahkan, pengalaman Taj Yasin Maimoen sebagai anggota legislatif dan sekarang menjabat di pemerintahan sebagai Wakil Gubernur Jateng juga menjadi sisi penguat tersendiri. Pengalaman birokrasinya menunjukkan profesionalitasnya untuk mampu menjadi pemimpin partai yang lebih kuat.
"Sudah tidak diragukan lagi, beliau berangkat dari santri dan pesantren, pengalaman birokrasinya kuat dan politiknya juga berpengalaman. Ini paket lengkap," kata dia.
"Sehubungan dengan hal hal diatas, maka bersama ini segenap kiai muda pesantren mendukung sepenuhnya kepada beliau untuk dicalonkan sebagai ketua umum partai persatuan pembangunan dalam muktama PPP di Makassar, Desember 2020. Ini sebagai sumbangsih kalangan pesantren kepada bangsa dan negara menuju arah pembangunan bangsa dan negara yang multikultur," kata dia.
KH Ali Munajah yang juga tuan rumah dalam silaturahmi nasional Asparagus ini menambahkan, pengalaman Taj Yasin Maimoen sebagai anggota legislatif dan sekarang menjabat di pemerintahan sebagai Wakil Gubernur Jateng juga menjadi sisi penguat tersendiri. Pengalaman birokrasinya menunjukkan profesionalitasnya untuk mampu menjadi pemimpin partai yang lebih kuat.
"Sudah tidak diragukan lagi, beliau berangkat dari santri dan pesantren, pengalaman birokrasinya kuat dan politiknya juga berpengalaman. Ini paket lengkap," kata dia.
(nth)