Klaim Kumuh 0 Persen, Data yang Disampaikan Eri saat Debat Ngawur
Kamis, 05 November 2020 - 11:19 WIB
loading...
Warga beraktifitas disalah satu hunian dikawasan Tambak Asri Surabaya beberapa waktu lalu. SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Data statistik menjadi andalan pasangan calon nomor 1 Pilkada Surabaya 2020 Eri Cahyadi-Armuji dalam debat perdana , Rabu malam (4/11/2020). Mulai data tentang COVID-19, pendidikan, kesehatan, sampai pelayanan. Sayang, sejumlah data yang disampaikan tidak akurat.
Salah satunya adalah data tentang kekumuhan. Eri dengan meyakinkan menyebut kekumuhan di Surabaya sudah nol. "Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Surabaya ini sudah nol kawasan kumuh . Parameter kumuh tidak hanya dari pandangan mata," katanya.
Faktanya, masih ratusan ribu meter persegi kawasan di Surabaya belum bebas dari kumuh. Dalam laman surabaya.go.id, laman resmi milik Pemkot Surabaya, disebutkan jika per 2019 kawasan kumuh di Surabaya mencapai 43,46 ha (setara 434,600 meter persegi). Jumlah seluas itu, tersebar yang benar 21 kelurahan.
Secara kasat mata, kekumuhan memang masih banyak dijumpai di Surabaya. tidak sulit untuk menemukan. Di belakang jalan-jalan protokol yang indah, banyak warga yang tinggal di rumah dengan kualitas yang buruk. Baik sirkulasi, sanitasi, maupun pelayanan dasar lainnya. Contohnya adalah kawasan pemukiman di Morokrembangan dan Sidotopo.
Bahkan, ada sejumlah warga yang tinggal di makam Pegirian. Mereka terpaksa seperti itu karena tidak punya tempat tinggal yang layak. Lebih miris lagi, lebih dari 10 ribu warga yang tidak punya jamban. Buang hajat di sungai. (Baca: Kapolda Sulut Tegaskan Netralitas Polri Dalam Pilkada Serentak 2020).
Salah satunya adalah data tentang kekumuhan. Eri dengan meyakinkan menyebut kekumuhan di Surabaya sudah nol. "Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Surabaya ini sudah nol kawasan kumuh . Parameter kumuh tidak hanya dari pandangan mata," katanya.
Faktanya, masih ratusan ribu meter persegi kawasan di Surabaya belum bebas dari kumuh. Dalam laman surabaya.go.id, laman resmi milik Pemkot Surabaya, disebutkan jika per 2019 kawasan kumuh di Surabaya mencapai 43,46 ha (setara 434,600 meter persegi). Jumlah seluas itu, tersebar yang benar 21 kelurahan.
Secara kasat mata, kekumuhan memang masih banyak dijumpai di Surabaya. tidak sulit untuk menemukan. Di belakang jalan-jalan protokol yang indah, banyak warga yang tinggal di rumah dengan kualitas yang buruk. Baik sirkulasi, sanitasi, maupun pelayanan dasar lainnya. Contohnya adalah kawasan pemukiman di Morokrembangan dan Sidotopo.
Bahkan, ada sejumlah warga yang tinggal di makam Pegirian. Mereka terpaksa seperti itu karena tidak punya tempat tinggal yang layak. Lebih miris lagi, lebih dari 10 ribu warga yang tidak punya jamban. Buang hajat di sungai. (Baca: Kapolda Sulut Tegaskan Netralitas Polri Dalam Pilkada Serentak 2020).
Lihat Juga :