Memanas, Eri Puji Kerja Risma, Machfud Arifin Sebut Disparitas Ekonomi Surabaya Timpang
Rabu, 04 November 2020 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
“Warga Surabaya berhak mendapatkan pelayanan dasar lebih baik. Di Surabaya masih ada disparitas dan diskriminasi, 10 ribu KK tak memiliki jamban. Pasar tradisional memprihatinkan,” katanya.
Tiap Paslon Hanya 4 Orang
Penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat akan dilakukan selama pelaksanaan debat perdana Pilwali Kota Surabaya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi menuturkan, pembatasan peserta yang masuk ke arena debat memang diberlakukan. Para perwakilan partai pengusung dan pendukung tak diizinkan mengikuti debat maupun menemani pasangan calon (Paslon) di Hotel JW Marriot.
Pihaknya menerapkan pengetatan itu karena aturan prokes harus diberlakukan selama pandemi COVID-19. Pihaknya tak ingin ada kerumunan massa yang bisa menjadi penularan virus.
"Jadi aturannya yang hadir di lokasi debat ada empat orang untuk masing-masing Paslon. Sehingga untuk parpol pengusung dan pendukungnya tak diperbolehkan masuk," kata Nur Syamsi.
Tiap Paslon Hanya 4 Orang
Penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat akan dilakukan selama pelaksanaan debat perdana Pilwali Kota Surabaya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi menuturkan, pembatasan peserta yang masuk ke arena debat memang diberlakukan. Para perwakilan partai pengusung dan pendukung tak diizinkan mengikuti debat maupun menemani pasangan calon (Paslon) di Hotel JW Marriot.
Pihaknya menerapkan pengetatan itu karena aturan prokes harus diberlakukan selama pandemi COVID-19. Pihaknya tak ingin ada kerumunan massa yang bisa menjadi penularan virus.
"Jadi aturannya yang hadir di lokasi debat ada empat orang untuk masing-masing Paslon. Sehingga untuk parpol pengusung dan pendukungnya tak diperbolehkan masuk," kata Nur Syamsi.
Lihat Juga :