Bupati Bogor: Keputusan Menhub Repotkan Aparat Daerah dan Corona Berpotensi Kian Menyebar

Sabtu, 09 Mei 2020 - 08:02 WIB
loading...
Bupati Bogor: Keputusan...
Bupati Bogor Ade Yasin. Foto: Dok SINDOnews
A A A
BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin sepertinya masih geram dengan keputusan Kementerian Perhubungan yang melonggarkan seluruh moda transportasi beroperasi lagi seperti semula di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini menilai keputusan tersebut blunder dan bisa membuat aparat di daerah makin kerepotan.

"PSBB yang saat ini diterapkan akan menjadi kacau. Seharusnya pemerintah pusat melihat perkembangan di daerah, sudah landai atau belum kurvanya. Kebijakan membuka transportasi ke luar daerah bakal membuat virus Corona makin menyebar," ujarnya, Jumat (8/5/2020). (Baca juga: Nekat Buka di Masa PSBB, Ramayana Cikupa Langsung Disegel)

Maka secara ekonomi dampaknya akan lebih besar daripada menyetop untuk sementara waktu. Jika makin menyebar, maka semakin tidak diketahui pula kapan akan berakhirnya pandemi ini.

"Truk logistik yang saat ini dibolehkan beredar saja dikhawatirkan sopir dan keneknya menularkan virus Corona. Awak angkutan logistik punya potensi menularkan virus Corona kalau tidak dilakukan pengawasan ketat, apalagi untuk angkutan penumpang," ungkapnya.

Sekarang pertanyaannya, siapa yang mau mengawasi perjalanan orang-orang itu? Kalau itu dilakukan di pul-pul bus, apakah pul-pul atau terminal memiliki alat rapid test untuk mendeteksi calon penumpangnya?

"Oke, mungkin pas berangkat tidak kena, tapi di jalan mungkin lain lagi ceritanya. Kemudian nanti di daerah tujuan apakah ada alat rapid test untuk mendeteksi? Kalau tidak, maka daerah tujuan mudik akan jadi hotspot baru penyebaran Corona," jelas Ade. (Baca juga: Langgar PSBB, 17.371 Orang Diberi Teguran Tertulis)

Sebelum kebijakan pelonggaran transportasi ini keluar, pihaknya bersama kepala daerah di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) juga telah memohon agar Kemenhub menghentikan sementara operasional KRL Commuter Line.

"Nah, dengan ditambahnya kebijakan baru ini, kami merasa pemerintah pusat khususnya Kemenhub tidak mendukung penuh penerapan PSBB di daerah," katanya.

Menurut dia, PSBB akan menjadi sia-sia mengingat regulasi yang terus berubah-ubah. Maka itu, Ade meminta pemerintah pusat mendukung apa yang sudah dan sedang dilakukan pemerintah daerah.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puncak Masih Jadi Tujuan...
Puncak Masih Jadi Tujuan Wisata, Kemenhub-Pemkab Bogor Akan Optimalkan Jalur Alternatif
Menengok Pos Pengamanan...
Menengok Pos Pengamanan Gabungan Dekat Rumah Prabowo di Hambalang
Arus Lalu Lintas dari...
Arus Lalu Lintas dari Puncak Arah Jakarta Macet Jelang Simpang Gadog, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Bentuk Protes Masyarakat...
Bentuk Protes Masyarakat Sintang di Kantor Bupati dan DPRD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved