5 Bulan, Kasus Prank Kardus Berisikan Mayat Bayi di Cipayung Belum Terungkap
Rabu, 04 November 2020 - 05:20 WIB
loading...
A
A
A
Kombes Sumy Hastry Purwanti yang saat kejadian menjabat Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati juga menuturkan bayi hasil korban aborsi. Ia menambahkan, bayi yang dibuang itu lahir secara prematur. "Ya, kecil (kondisi bayinya). Memang (lahirnya) prematur," tutur Hastry.
Sebagai informasi, kasus prank kardus berisi mayat bayi ini bermula saat seorang perempuan pengendara motor bernama Flonia saat melintas di Terowongan Ceger sekitar pukul 22.45 WIB. Saat itu Flonia sedang dalam perjalanan pulang. Karena hendak memutar lagu dari gawai miliknya kemudian Flonia menepikan motornya.
Tiba-tiba dia dihampiri pengemudi sepeda motor matic yang dinaiki dua laki-laki mengenakan masker dan menyerahkan kotak sepatu terbungkus plastik merah.
Awalnya dia mengira hanya jadi korban prank biasa, namun karena curiga dengan bau anyir dari plastik Flonia membuka bungkusan lalu mendapati mayat bayi.
"Mayat bayi dalam kotak tersebut ada bungkusan plastik berisi ari-ari atau plasenta. Jadi patut diduga baru dilahirkan," kata Steven.
Sebagai informasi, kasus prank kardus berisi mayat bayi ini bermula saat seorang perempuan pengendara motor bernama Flonia saat melintas di Terowongan Ceger sekitar pukul 22.45 WIB. Saat itu Flonia sedang dalam perjalanan pulang. Karena hendak memutar lagu dari gawai miliknya kemudian Flonia menepikan motornya.
Tiba-tiba dia dihampiri pengemudi sepeda motor matic yang dinaiki dua laki-laki mengenakan masker dan menyerahkan kotak sepatu terbungkus plastik merah.
Awalnya dia mengira hanya jadi korban prank biasa, namun karena curiga dengan bau anyir dari plastik Flonia membuka bungkusan lalu mendapati mayat bayi.
"Mayat bayi dalam kotak tersebut ada bungkusan plastik berisi ari-ari atau plasenta. Jadi patut diduga baru dilahirkan," kata Steven.
(mhd)
Lihat Juga :