Bebas dari Sampah, Sungai Bendung Percontohan bagi Masyarakat Palembang
Senin, 02 November 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan “bersih-bersih di Sungai Bendung”, BRI bekerja sama dengan Dinas PUPR dan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Kota Palembang. Edukasi lingkungan sehat juga didukung dengan komitmen dan kepedulian Bank BRI terhadap pengelolaan sampah bagi masyarakat setempat dengan menyalurkan masing-masing satu unit mesin pencacah sampah organik dan mesin pencacah sampah nonorganik yang sepenuhnya dikelola Komunitas Masyarakat Peduli Sampah. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)
Sampah organik seperti kulit pisang, eceng gondok, daun-daun, dan lain-lain dikumpulkan oleh Komunitas Masyarakat Peduli Sungai untuk selanjutnya dicacah. Setelah dicacah, sampah organik dikeringkan di bak pengeringan dan menjadi pupuk/kompos yang selanjutnya dimasukkan ke kantong plastik 5 kg untuk dijual ke warga.
Sementara itu sampah-sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng minuman dikumpulkan oleh Komunitas Masyarakat Peduli Sungai untuk selanjutnya dimanfaatkan dengan dua cara, yaitu pengelolaan sampah menjadi barang bermanfaat seperti tas, pernik-pernik, bunga plastik dan kedua, sampah anorganik didaur ulang dengan mesin pencacah dan hasilnya dijual ke pengepul.
Program BRI Bersih-Bersih Kali yang dijalankan Bank BRI telah memberikan dampak bagi masyarakat Kota Palembang. Selain edukasi pengelolaan sampah, sungai yang rapi dan tertata menimbulkan daya tarik bagi masyarakat sekitar. Sarana dan prasarana yang dibangun di pinggiran sungai seperti taman bermain, spot selife, dan ruang terbuka kini telah dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar. (Lihat videonya: Kerajinan Tangan Bali yang Kerap Jadi Incaran Wisatawan)
“Persoalan sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat kota hingga akhirnya masyarakat memilih membuang sampah ke sungai. Melalui program BRI Bersih-Bersih Kali kami tidak hanya menata dan memperbaiki sungai menjadi asri dan lestari, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan sehat serta memberi solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank BRI Sunarso. (Hatim Varabi)
Sampah organik seperti kulit pisang, eceng gondok, daun-daun, dan lain-lain dikumpulkan oleh Komunitas Masyarakat Peduli Sungai untuk selanjutnya dicacah. Setelah dicacah, sampah organik dikeringkan di bak pengeringan dan menjadi pupuk/kompos yang selanjutnya dimasukkan ke kantong plastik 5 kg untuk dijual ke warga.
Sementara itu sampah-sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng minuman dikumpulkan oleh Komunitas Masyarakat Peduli Sungai untuk selanjutnya dimanfaatkan dengan dua cara, yaitu pengelolaan sampah menjadi barang bermanfaat seperti tas, pernik-pernik, bunga plastik dan kedua, sampah anorganik didaur ulang dengan mesin pencacah dan hasilnya dijual ke pengepul.
Program BRI Bersih-Bersih Kali yang dijalankan Bank BRI telah memberikan dampak bagi masyarakat Kota Palembang. Selain edukasi pengelolaan sampah, sungai yang rapi dan tertata menimbulkan daya tarik bagi masyarakat sekitar. Sarana dan prasarana yang dibangun di pinggiran sungai seperti taman bermain, spot selife, dan ruang terbuka kini telah dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar. (Lihat videonya: Kerajinan Tangan Bali yang Kerap Jadi Incaran Wisatawan)
“Persoalan sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat kota hingga akhirnya masyarakat memilih membuang sampah ke sungai. Melalui program BRI Bersih-Bersih Kali kami tidak hanya menata dan memperbaiki sungai menjadi asri dan lestari, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan sehat serta memberi solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank BRI Sunarso. (Hatim Varabi)
(ysw)
Lihat Juga :