Bantuan Mesin Berbahan Bakar Gas Dinilai Bisa Tingkatkan Produksi Pertanian
Minggu, 01 November 2020 - 18:39 WIB
loading...
Program konversi mesin Bahan Bakar Minya (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) dinilai mampu menjadi solusi bagi sejumlah petani dalam peningkatan produksi pertanian. Foto: Reza Pahlevi.
A
A
A
WAJO - Sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produksi pertanian dan tangkapan ikan nelayan, petani dan nelayan di Kabupaten Wajo diberikan bantuan berupa mesin berbahan bakar gas (BBG).
Bantuan mesin tersebut dinilai bisa mendongkrak produksi pertanian dan tangkapan ikan nelayan, karena salah satu masalah yang dihadapi petani dan nelayan adalah pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang belum mampu mencakupi kebutuhan.
Bupati Wajo , Amran Mahmud mengatakan, selama ini hasil produksi petani mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan sejumlah faktor, namun yang paling mendasar yakni pasokan BBM bersubsidi.
Konversi mesin BBM ke BBG, kata dia, diharap hadir sebagai solusi bagi petani dan nelayan. Sehingga produksi pertanian dan hasil tangkapan nelayan meningkat dan berkesinambungan.
"Selama beberapa bulan terakhir pasokan BBM bersubsidi yang disalurkan Pertamina minim, sehingga mempengaruhi kebutuhan pokok lainnya. Termasuk komoditas pertanian, sehingga berdampak terhadap harga komoditas pertanian yang beredar di pasar," ujarnya kepada Sindonews, Minggu (1/11/2020).
Bantuan mesin tersebut dinilai bisa mendongkrak produksi pertanian dan tangkapan ikan nelayan, karena salah satu masalah yang dihadapi petani dan nelayan adalah pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang belum mampu mencakupi kebutuhan.
Bupati Wajo , Amran Mahmud mengatakan, selama ini hasil produksi petani mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan sejumlah faktor, namun yang paling mendasar yakni pasokan BBM bersubsidi.
Konversi mesin BBM ke BBG, kata dia, diharap hadir sebagai solusi bagi petani dan nelayan. Sehingga produksi pertanian dan hasil tangkapan nelayan meningkat dan berkesinambungan.
"Selama beberapa bulan terakhir pasokan BBM bersubsidi yang disalurkan Pertamina minim, sehingga mempengaruhi kebutuhan pokok lainnya. Termasuk komoditas pertanian, sehingga berdampak terhadap harga komoditas pertanian yang beredar di pasar," ujarnya kepada Sindonews, Minggu (1/11/2020).
Lihat Juga :