Masyarakat Maluku Tak Rasakan Guncangan Saat Gempa M6,3 Terjadi
Minggu, 01 November 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Dari rentetan kejadian tersebut, secara statistik gempa terjadi 1 kali dalam kurun periode 37 tahun. Namun demikian setelah 42 tahun belum lagi terjadi fenomena alam tersebut sehingga kondisi ini mendorong perlunya perhatian dan kewaspadaan semua pihak, khususnya pemerintah dan masyarakat. (Baca juga: Sempat Viral, Kakek Sarna Nikahi ABG di Subang Kini Bercerai )
Sementara itu, tsunami pernah tercatat pada 1629, 1657, 1674, 1659, 1710, 1711, 1754, 1763, 1815, 1820, 1837, 1841, 1852, 1857, 1859, 1882, 1885, 1891, 1899, 1914 dan 1938. Tsunami pada kurun waktu tersebut dipicu oleh gempa bumi di beberapa sumber seperti palung Timor, Banda dan sumber lain.
Saat melakukan kajian tsunami, Tim Wave memilih beberapa tempat untuk melihat hasil endapan, seperti dari lubang trenching di Pulau Moa dan Letti. Dari hasil kajian, tim menemukan fosil organisme laut yang berada di dalam gua, Gua Raitawun, Desa Nuwewang, Kecamatan Letti, yang jaraknya 100 meter dari garis pantai. Lalu pada pinggir pantai juga ditemukan bongkahan batuan dasar laut yang terangkat.
Sementara itu, tsunami pernah tercatat pada 1629, 1657, 1674, 1659, 1710, 1711, 1754, 1763, 1815, 1820, 1837, 1841, 1852, 1857, 1859, 1882, 1885, 1891, 1899, 1914 dan 1938. Tsunami pada kurun waktu tersebut dipicu oleh gempa bumi di beberapa sumber seperti palung Timor, Banda dan sumber lain.
Saat melakukan kajian tsunami, Tim Wave memilih beberapa tempat untuk melihat hasil endapan, seperti dari lubang trenching di Pulau Moa dan Letti. Dari hasil kajian, tim menemukan fosil organisme laut yang berada di dalam gua, Gua Raitawun, Desa Nuwewang, Kecamatan Letti, yang jaraknya 100 meter dari garis pantai. Lalu pada pinggir pantai juga ditemukan bongkahan batuan dasar laut yang terangkat.
(msd)
Lihat Juga :