Lawan Covid-19, Milenial Sumut Diajak Bantu Pemerintah dan Masyarakat
Jum'at, 08 Mei 2020 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
“Banyak yang menjadi pertimbangan. Kita harus menyiapkan kebutuhan pangan masyarakat kita, kebutuhan petugas-petugas di daerah. Apakah kita mampu untuk itu, apakah masyarakat kita akan patuh? Dan kita juga punya 33 kabupaten kota yang otonom, memiliki DPRD sendiri. Kita tentu tidak ingin bila memang diterapkan PSBB di Sumut hanya istilah saja, tetapi tidak diterapkan dengan baik dan benar baik itu masyarakat atau juga pemerintahnya,” kata Musa Rajekshah.
Founder komunitas Milenial Tanpa Nama, Herman yang banyak bergerak di bidang sosial juga ikut pada diskusi ini. Komunitas ini telah memberikan bantuan sembako lebih dari 100.000 paket untuk masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Mereka bertujuan menginspirasi kaum milenial lain agar mau membantu sekelilingnya.
“Kami coba dengan cara memviralkan kegiatan kami. Tujuannya agar anak-anak muda lainnya ikut terinspirasi. Saya dan beberapa teman saya juga terdampak secara bisnis, tetapi kami berupaya berbagi dengan saudara-saudara kita yang kondisinya lebih sulit. Sekarang kami coba mengkampanyekan agar anak-anak muda terutama pengusaha untuk membantu orang-orang di sekitarnya, entah itu tukang becak, pedagang, orang tua dan sebagainya,” kata Herman.
Moderator dan penggagas diskusi online ini, Meryl Rouli Saragih yang juga merupakan anggota DPRD Sumut menambahkan masyarakat harus meningkatkan solidaritas untuk melawan pandemi ini. “Kita harus bergerak bersama-sama melawan ‘penjajah kekinian ini’. Solidaritas kita diuji di sini dan mudah-mudahan Covid-19 cepat pergi dari Sumut,” katanya.
Ini merupakan diskusi teleconference pertama milenial Sumut dengan Musa Rajekshah. Meryl mengatakan akan ada diskusi berikutnya agar anak-anak muda Sumut mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. “Selain berdiskusi ini menjadi salah satu saluran untuk mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. Jadi, seperti yang dikatakan Pak Wagub kita akan buka lagi diskusi ini di lain hari, apalagi masih banyak teman-teman yang belum terjawab pertanyaannya karena waktu kita yang terbatas,” pungkas Meryl.
Founder komunitas Milenial Tanpa Nama, Herman yang banyak bergerak di bidang sosial juga ikut pada diskusi ini. Komunitas ini telah memberikan bantuan sembako lebih dari 100.000 paket untuk masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Mereka bertujuan menginspirasi kaum milenial lain agar mau membantu sekelilingnya.
“Kami coba dengan cara memviralkan kegiatan kami. Tujuannya agar anak-anak muda lainnya ikut terinspirasi. Saya dan beberapa teman saya juga terdampak secara bisnis, tetapi kami berupaya berbagi dengan saudara-saudara kita yang kondisinya lebih sulit. Sekarang kami coba mengkampanyekan agar anak-anak muda terutama pengusaha untuk membantu orang-orang di sekitarnya, entah itu tukang becak, pedagang, orang tua dan sebagainya,” kata Herman.
Moderator dan penggagas diskusi online ini, Meryl Rouli Saragih yang juga merupakan anggota DPRD Sumut menambahkan masyarakat harus meningkatkan solidaritas untuk melawan pandemi ini. “Kita harus bergerak bersama-sama melawan ‘penjajah kekinian ini’. Solidaritas kita diuji di sini dan mudah-mudahan Covid-19 cepat pergi dari Sumut,” katanya.
Ini merupakan diskusi teleconference pertama milenial Sumut dengan Musa Rajekshah. Meryl mengatakan akan ada diskusi berikutnya agar anak-anak muda Sumut mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. “Selain berdiskusi ini menjadi salah satu saluran untuk mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. Jadi, seperti yang dikatakan Pak Wagub kita akan buka lagi diskusi ini di lain hari, apalagi masih banyak teman-teman yang belum terjawab pertanyaannya karena waktu kita yang terbatas,” pungkas Meryl.
(nfl)
Lihat Juga :