Pabrik Aspal Karet Muba salah satu Kontribusi Nyata Pulihkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

Senin, 26 Oktober 2020 - 20:04 WIB
loading...
A A A
"Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 602/2161/BJ Tentang Pemanfaatan Aspal Karet Untuk Pembangunan Jalan Daerah sudah ada. Kita sedang menggodok regulasi khusus untuk Muba. Intinya, karet produksi Muba memberi manfaat bagi seluruh warga Sumsel. Jalan bisa lebih awet, petani karet lebih baik dan sejahtera," terangnya.

Peraih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif di Indonesia ini menambahkan, pilihan pemanfaatan teknologi aspal karet dianggap adalah sangat tepat ditengah merosotnya harga karet alam dipasaran. penggunaan karet rakyat sebagai bahan aspal diharapkan akan mendongkrak harga, memberi nilai tambah, serta mendorong hilirisasi karet menjadi produk lainnya. dalam rangka mendukung penggunaan teknologi aspal karet di Muba.

"Adapun langkah strategis yang telah kita lakukan diantaranya, menerbitkan peraturan bupati nomor 324 tahun 2015 tentang pedoman pengolahan dan pemasaran bahan olah karet (bokar) di kabupaten musi banyuasin, kelembagaan petani karet melalui unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB), sampai tahun 2020 terbentuk 88 UPPB dengan anggota 16.200 kk. UPPB menjadi ujung tombak dalam penyediaan bahan baku aspal karet baik bokar maupun lateks pekat," imbunya.

"Kemudian, pembangunan unit pemisah centrifuge lateks sebanyak 3 unit yaitu di Kecamatan Keluang, Sekayu, dan Babat Toman untuk pengolahan lateks pekat dan pembangunan instalasi pengolahan lateks pekat terpravulkanisasi, Kabupaten Musi Banyuasin akan membangun kawasan industri hijau dengan fokus pada hilirisasi kelapa sawit dan karet, power plant berbahan bakar energi terbarukan, procesing gas alam, pembentukan pusat unggulan komoditi lestari dengan fokus pada karet dan kelapa sawit. pusat unggulan tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produksi, pengolahan, dan pemasaran dari komoditas dengan bertumpuh pada penerapan platform good agricultural practices (gap) dan verified sourcing area (vsa)," tambahnya.

Masa Depan Petani Karet Sumsel Diharapkan lebih Sejahtera
Mantan Anggota DPR RI dua periode ini menambahkan, penggunaan teknologi aspal karet dapat terwujud di Muba tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yaitu kementerian terkait, dan lembaga penelitian. "Dukungan tersebut diharapkan akan terus diberikan kepada kami dalam rangka mendorong perluasan pemanfaatan dan teknologi yang digunakan sehingga teknologi ini akan memberi manfaat yang sebesarnya untuk kesejahteran petani dan masyarakat," ucapnya.

Sekretaris Daerah Muba, Drs Apriyadi MSi menjelaskan, adapun proses pengolahan aspal karet di Muba yakni dimana lateks kebun dari petani di bawa ke UPPB Cipta Praja Kecamatan Keluang, lalu lateks kebun diolah menjadi lateks pekat dengan menggunakan mesin centrifuge dengan produksi 500 kilogram lateks pekat perjam. "Mesin centrifuge ada di UPPB Keluang, kemudian lateks pekat di kirim ke instalasi pengolah aspal karet di work shop PUPR, selanjutnya lateks pekat diolah dengan mesin lateks pravulkanisasi sehingga lateks pekat bisa dicampur dengan aspal," jelas Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini.

Apriyadi menambahkan, Lateks pravulkanisasi diolah dengan aspal pada mesin pengolah aspal karet menjadi aspal karet. "Untuk diketahui pengolahan aspal karet satu kali pengolahan menghasilkan 15 ton aspal karet yang membutuhkan 1 ton 50 kg lateks pekat," terangnya. Untuk pengelolaan pabrik pengolahan aspal karet saat ini Muba menggandeng PT Jaya Trade. "Kita ke depan akan adakan alih teknologi soal ini. Sehingga Muba tak hanya dapat keuntungan bagi hasil pengelolaan nya saja melainkan akan berdiri sebagai pemain utama. BUMD Muba kita dorong ambil peran ini," tegas Apriyadi.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi apa yang telah direalisasikan Pemkab Muba dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan program inovasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani karet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet dan Ketahanan Pangan Jagung di Kaltim
Apkarindo Sumsel dan...
Apkarindo Sumsel dan JICA Uji Coba Teknologi Pengendalian Gugur Daun Karet Skala 150 Hektare
Karhutla di Kutai Barat,...
Karhutla di Kutai Barat, 1 Hektare Lahan Perkebunan Terbakar
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang Besok
Bukber Apkarindo di...
Bukber Apkarindo di Garut Bahas Masa Depan Karet Rakyat
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved