Wali Kota Aminullah: UMKM Banda Aceh Tumbuh 98 Persen
Senin, 26 Oktober 2020 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Kata Aminullah, pertumbuhan UMKM berbanding lurus dengan peningkatan perekonomian kota. “Menjamurnya UMKM menyerap banyak tenaga kerja lokal sehingga mengurangi angka pengangguran dan berkontribusi menekan angka kemiskinan.”
Ia merincikan, angka pengangguran yang tercatat sebesar 7,75 persen pada 2017 berkurang menjadi 6,92 persen pada akhir 2019. “Sementara kemiskinan juga menurun dari 7,44 persen pada 2017 menjadi 7,22 persen pada 2019.”
Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota paling barat di Pulau Sumatra ini. “Pada 2017, IPM Banda Aceh 83,95 dan naik drastis menjadi 85,07 pada 2019. Pencapaian yang luar biasa karena IPM Banda Aceh terbaik nasional di bawah Yogyakarta dari 514 kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.
Masih menurut Aminullah, korelasi antara kebangkitan UMKM dan berdenyutnya sektor pariwisata pun tampak nyata sebelum pandemi Covid-19. “Jumlah kunjungan wisatawan meningkat tajam dari 288.303 orang pada 2017 menjadi 503.992 orang pada 2019. Persentase peningkatannya sebesar 75 persen,” katanya lagi.
Ia pun bertekad di sisa periode pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin, terus memfokuskan pembangunan sektor ekonomi, di samping agama dan pendidikan. “Insyaallah dengan tiga pilar pembangunan kota tersebut, visi ‘Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah’ akan mampu kita wujudkan demi peningkatan kesejahteraan seluruh warga kota,” ujarnya.
Ia merincikan, angka pengangguran yang tercatat sebesar 7,75 persen pada 2017 berkurang menjadi 6,92 persen pada akhir 2019. “Sementara kemiskinan juga menurun dari 7,44 persen pada 2017 menjadi 7,22 persen pada 2019.”
Turunnya angka kemiskinan dan pengangguran mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota paling barat di Pulau Sumatra ini. “Pada 2017, IPM Banda Aceh 83,95 dan naik drastis menjadi 85,07 pada 2019. Pencapaian yang luar biasa karena IPM Banda Aceh terbaik nasional di bawah Yogyakarta dari 514 kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.
Masih menurut Aminullah, korelasi antara kebangkitan UMKM dan berdenyutnya sektor pariwisata pun tampak nyata sebelum pandemi Covid-19. “Jumlah kunjungan wisatawan meningkat tajam dari 288.303 orang pada 2017 menjadi 503.992 orang pada 2019. Persentase peningkatannya sebesar 75 persen,” katanya lagi.
Ia pun bertekad di sisa periode pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin, terus memfokuskan pembangunan sektor ekonomi, di samping agama dan pendidikan. “Insyaallah dengan tiga pilar pembangunan kota tersebut, visi ‘Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah’ akan mampu kita wujudkan demi peningkatan kesejahteraan seluruh warga kota,” ujarnya.
(ars)
Lihat Juga :