Pabrik Aspal Karet Muba Beroperasi, Ini Untungnya Bagi Sumsel
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Kerja sama pabrik aspal karet berbahan latex ini melibatkan Pemkab Muba, Puslit Karet Bogor dan PT Jaya Trade. Produksi yang akan dihasilkan berupa aspal karet 2-3 ton /day. Lokasi pabrik berada di kota Sekayu dan menampung latex sekitar 4-5 ton latex/day yang disupali dr UPPB (Unit Pengolahan Pemasaran Bokar) di Muba. Kini total lateks pekat dari UPPB Cipta Praja mencapai 3.193.9 kg ( 3 ton lebih) yang siap dijadikan campuran aspal karet.
"Nah, agar serapan lebih besar kita juga susun persyaratan lelang pekerjaan jalan di Muba berbasis aspal karet. Saat ini kita sudah koordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaaan Barang/ Jasa Pemerintah ( LKPP), agar dimasukkan dalam daftar E -Katalog," jelas Dodi yang kondang disapa DRA.
Senada, Sekda Muba Apriyadi menerangkan untuk pengelolaan pabrik pengolahan aspal karet saat ini Muba menggandeng PT Jaya Trade. "Kita ke depan akan adakan alih teknologi soal ini. Sehingga Muba tak hanya dapat keuntungan bagi hasil pengelolaan nya saja melainkan akan berdiri sebagai pemain utama. BUMD Muba kita dorong ambil peran ini," tegas Apriyadi.
Kepala Bappeda Muba Iskandar menyebut persyaratan dan regulasi sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mendagri tentang penyerapan karet guna bahan industri diperkuat dengan Keputusan Bupati Muba tentang pembentukan kelembagaan petani karet melalaui UPPB. "Mekanisme pembelian aspal karet melalui unit pengolahan aspal karet yg terdiri dari para pihak Jaya Trade, Puslit Karet , PUPR, Disbun," beber Iskandar.
Plt Kadisbun Muba Akhmad Toyibir, menyebutkan pihaknya sesuai perintah Bupati Muba telah memberikan bantuan kepada UPPB untuk memproduksi latek pekat sebagai bahan camluran aspal karet. "Sudah ada satu bantuan Bupati untuk UPPB dan berhasil menjadi pemasok lateks pekat pabrik aspal karet Muba. Tahun depan kita serahkan lagi dua mesin sentrifuge dengan penyebaran di dua titik Muba yang strategis," jelas Ibir.
"Nah, agar serapan lebih besar kita juga susun persyaratan lelang pekerjaan jalan di Muba berbasis aspal karet. Saat ini kita sudah koordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaaan Barang/ Jasa Pemerintah ( LKPP), agar dimasukkan dalam daftar E -Katalog," jelas Dodi yang kondang disapa DRA.
Senada, Sekda Muba Apriyadi menerangkan untuk pengelolaan pabrik pengolahan aspal karet saat ini Muba menggandeng PT Jaya Trade. "Kita ke depan akan adakan alih teknologi soal ini. Sehingga Muba tak hanya dapat keuntungan bagi hasil pengelolaan nya saja melainkan akan berdiri sebagai pemain utama. BUMD Muba kita dorong ambil peran ini," tegas Apriyadi.
Kepala Bappeda Muba Iskandar menyebut persyaratan dan regulasi sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mendagri tentang penyerapan karet guna bahan industri diperkuat dengan Keputusan Bupati Muba tentang pembentukan kelembagaan petani karet melalaui UPPB. "Mekanisme pembelian aspal karet melalui unit pengolahan aspal karet yg terdiri dari para pihak Jaya Trade, Puslit Karet , PUPR, Disbun," beber Iskandar.
Plt Kadisbun Muba Akhmad Toyibir, menyebutkan pihaknya sesuai perintah Bupati Muba telah memberikan bantuan kepada UPPB untuk memproduksi latek pekat sebagai bahan camluran aspal karet. "Sudah ada satu bantuan Bupati untuk UPPB dan berhasil menjadi pemasok lateks pekat pabrik aspal karet Muba. Tahun depan kita serahkan lagi dua mesin sentrifuge dengan penyebaran di dua titik Muba yang strategis," jelas Ibir.
(alf)
Lihat Juga :