Pabrik Aspal Karet Muba Beroperasi, Ini Untungnya Bagi Sumsel
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:22 WIB
loading...
Bupati Dodi Reza Alex Noerdin, Minggu (25/10/2020) saat peninjauan Workshop PUPR Muba.
A
A
A
SEKAYU - Karet petani Musi Banyuasin punya pasar baru selain bokar yang selama ini jadi sumber penghasilan. Namanya aspal karet. Bahannya adalah lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar.
Bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. Endingnya, petani karet muba sejahtera. Dan upaya Bupati Muba yang pro petani terbukti bikin petani karet Muba berjaya.
Agar hasilnya maksimal, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin sudah menyiapkan perangkat. Mulai pemenuhan mesin sentrifuge, pelatihan bagi petani yang tergabung di UPPB, dan pasar lateks pekat. Bahkan sebuah produk hukum yang mendasari perluasan pemakaian aspal karet bagi pembangunan jalan di antero Sumatera Selatan yakni berupa Surat Edaran Mentri sudah ada. Sedangkan di tingkat daerah, Muba juga sedang menyiapkan regulasinya.
"Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 602/2161/BJ Tentang Pemanfaatan Aspal Karet Untuk Pembangunan Jalan Daerah sudah ada. Kita sedang menggodog regulasi khusus untuk Muba. Intinya, karet produksi Muba memberi manfaat bagi seluruh warga Sumsel. Jalan bisa lebih awet, petani karet sejahtera," terang Dodi Reza Alex Noerdin, Minggu, (25/10/2020) saat peninjauan Workshop PUPR Muba.
Disebutkan bahwa sebulan pabrik aspal karet yang diresmikan Senin 26 Oktober mendatang mampu menyerap 20.000 ton lebih lateks pekat produksi petani Muba.
Bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. Endingnya, petani karet muba sejahtera. Dan upaya Bupati Muba yang pro petani terbukti bikin petani karet Muba berjaya.
Agar hasilnya maksimal, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin sudah menyiapkan perangkat. Mulai pemenuhan mesin sentrifuge, pelatihan bagi petani yang tergabung di UPPB, dan pasar lateks pekat. Bahkan sebuah produk hukum yang mendasari perluasan pemakaian aspal karet bagi pembangunan jalan di antero Sumatera Selatan yakni berupa Surat Edaran Mentri sudah ada. Sedangkan di tingkat daerah, Muba juga sedang menyiapkan regulasinya.
"Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 602/2161/BJ Tentang Pemanfaatan Aspal Karet Untuk Pembangunan Jalan Daerah sudah ada. Kita sedang menggodog regulasi khusus untuk Muba. Intinya, karet produksi Muba memberi manfaat bagi seluruh warga Sumsel. Jalan bisa lebih awet, petani karet sejahtera," terang Dodi Reza Alex Noerdin, Minggu, (25/10/2020) saat peninjauan Workshop PUPR Muba.
Disebutkan bahwa sebulan pabrik aspal karet yang diresmikan Senin 26 Oktober mendatang mampu menyerap 20.000 ton lebih lateks pekat produksi petani Muba.
Lihat Juga :