Anggota DPR Pertanyakan Keseriusan Pemkab Majalengka Tangani Corona

Kamis, 07 Mei 2020 - 23:35 WIB
loading...
Anggota DPR Pertanyakan...
Angota DPR RI Sutrsino (pakai peci, masker hijau) mempertanyakan keseriusan Pemkab Majalengka dalam menganggulangi wabah COVID-19. Foto/SINDOnews/Inin Nastain
A A A
MAJALENGKA - Sorotan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam penanganan COVID-19 terus mengalir. Setelah anggota DPRD Jabar dan Relawan Jabar Baik Majalengka, sorotan kini disampaikan anggota DPR Sutrisno.

Legislator dari Dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang (SMS) ini mempertanyakan keseriusan Pemkab Majalengka dalam memutus mata rantai penyebaran virusCorona.

Sutrisno menilai, Pemkab Majalengka memiliki modal besar untuk menanganinya. Dari sisi anggaran, Majalengka memiliki modal cukup besar Rp94 miliar. Namun, di lapangan tidak terlihat langkah konkret yang dilakukan.

"Saya mendengar angkanya kan melebihi Kabupaten Subang, dapil saya juga, Rp23 niliar. Ini (anggaran penanganan wabah Corona Kabupaten Majalengka) kan di atas itu, Rp94 miliar. Ini kemana?" kata Sutrisno dalam pertemuan dengan Relawan Jabar Baik Majalengka, Kamis (7/5/2020).

Di luar anggaran, ujar dia, pemerintah juga dinilai belum serius menyediakan tempat, saat terjadi kasus dengan jumlah yang banyak. Padahal, di Kabupaten Majalengka sudah ada tempat yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan kasus COVID-19, di antaranya isolasi.

"Saya sengaja, karena ada bandara (BIJB), (bekas) kantor Kecamatan Dawuan itu ditempatkan sebagai tempat isolasi penyakit-penyakit yang sangat khusus. COVUD-19 ini kan khusus," ujar mantan Bupati Majalengka dua periode itu.

Di luar bekas kantor kecamatan, tutur Sutrisno, Pemkab Majalengka bisa memanfaatkan salah satu ruangan di RSUD Cideres. Ruangan itu bisa digunakan sementara, sambil menunggu proses persiapan bekas kantor kecamatan tersebut selesai.

"Di sisi lain, di Cideres ada Grand Rahayu yang saya pantau itu belum termanfaatkan. Sementara menunggu pembuatan isolasi di eks kantor Kecamatan Dawuan, itu kan bisa dimanfaatkan. (Kalau) anggaran tidak cukup, bisa minta ke provinsi, bisa minta ke pusat, pasti dikasih kalau untuk penanaganan COVID-19," tutur politisi PDIP ini.

"Persoalannya, kita kan tidak akan tahu yang terjadi kemudian. Kalau kemudian terjadi yang kena wabah, kan tidak ada tempatnya. Mau dibawa kemana?" tandas dia.

Di tempat sama, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Asep Eka Mulyana mendesak Pemkab Majalengka benar-benar memanfaatakan sarana dan prasarana yang ada.

"Bekas kantor Kecamatan Dawuan dan Grand Rahayu, menurut beliau (Sutrisno) bisa dimodifikasi ketika terjadi hal-hal seperti ini. Itu kan sudah ada. Sekarang tinggal pemkab, sejauh mana keseriusannya dalam menghadapi permasalahan ini. Tempat sudah ada, segera tindak lanjuti," kata Asep.

Terkait anggaran, Asep mempertanyakan peruntukannya secara riil. Pasalnya, di lapangan tidak sedikit petugas yang mengeluhkan terkait hal itu. "Transparansi, refocusing, dan realokasi anggaran. Jangan sampai di lapangan petugas terengah-engah," ujar dia.

Sementara itu, Inisiator Relawan Jabar Baik Majalengka Arif Yudi menilai, koordinasi dalam penanganan COVID-19 belum terasmpaikan secara benar. Hal itu mislanya terlihat dari masih belum seragamnya penanganan terhadap pemudik, khususnya mereka yang berasal dari zona merah.

"Secara preventif memotong penyebaran COVID-19 dengan PSBB. Namun kami melihat di lapangan, penanganan Covid ini tidak memiliki standard baku yang sama," kata Arif.

Ketika ada salah satu warga yang dinilai tidak melakukan protokol, jelas dia, masyarakat tidak bisa memberikan tindakan lanjut, lantaran tidak punya kewenangan. "Harus mereka (Tim Gugus Cepat) yang melakukan," ujar dia.

Arif mencontohkan, di lapangan masih ada pemudik yang langsung berbaur dengan masyarakat, tanpa isolasi. Begitu juga terkait penggunaan masker, di lapangan tidak sedikit yang nasih abai. "Kami gelisah. Siapa sih di pemerintah atau tim (Gugus Cepat) itu yang bisa menunjukkan telah bekerja," pungkas Arif.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratusan UMKM Ikuti Program...
Ratusan UMKM Ikuti Program Desa Emas 2026 Majalengka
Inspiratif, Pemuda di...
Inspiratif, Pemuda di Majalengka Ubah Eceng Gondok Jadi Sabun
Pilkada Majalengka,...
Pilkada Majalengka, Survei Indikator: Paslon Eman-Dena Unggul 54,8%
Raih Penghargaan Pemimpin...
Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2024, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi Makin Semangat
Elektabilitas Eman Suherman...
Elektabilitas Eman Suherman Teratas, Masyarakat Ingin Perbaikan untuk Majalengka
Eman Suherman Dapat...
Eman Suherman Dapat Dukungan Habib Ali Ridho Alkaff Maju Pilbup Majalengka
California Umumkan Keadaan...
California Umumkan Keadaan Darurat Wabah Virus
Eman-Dena Didukung Belasan...
Eman-Dena Didukung Belasan Parpol Maju Pilbup Majalengka
Jurus Riki Supriatna...
Jurus Riki Supriatna Perkenalkan Olahraga Berkuda di Majalengka
Rekomendasi
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved