Akibat Wabah COVID-19, Warga Jabar Penerima Subsidi Melonjak 38 Juta Jiwa
Kamis, 07 Mei 2020 - 22:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, Provinsi Jabar dengan jumlah penduduk lebih besar dibandingkan provinsi tetangga, namun anggaran dari pemerintah pusat lebih sedikit. Contohnya berkaitan dana desa yang dibagikan berdasarkan jumlah desa, bukan jumlah penduduk.
“Jadi, ada ketidakadilan fiskal. Cara pemerintah pusat memberikan dana kepada daerah, proporsi penduduk itu tidak pernah dijadikan patokan. Dan terasanya itu pada saat COVID-19, anggaran sedikit penduduk kita (Jabar) banyak, sementara provinsi lain penduduknya sedikit anggarannya lebih banyak, maka menolong orangnya akan lebih berkualitas," paparnya.
Oleh karenanya, Kang Emil berharap, kepekaan atau sosolidaritas sosial untuk membantu sesama kini sangat dibutuhkan. Terlebih, pada momentum bulan suci Ramadhan ini.
"Dari kaca mata kami, narasi pembatasan sosial kedaruratan (berubah) menjadi solidaritas sosial. Apalagi ini bulan Ramadan, bulan keberkahan, bulan tolong menolong," ujarnya.
"Bahwa COVID-19 ini adalah perang yang meluluhlantahkan semua dimensi pembangunan, tidak hanya kesehatan, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya," sambung Kang Emil.
“Jadi, ada ketidakadilan fiskal. Cara pemerintah pusat memberikan dana kepada daerah, proporsi penduduk itu tidak pernah dijadikan patokan. Dan terasanya itu pada saat COVID-19, anggaran sedikit penduduk kita (Jabar) banyak, sementara provinsi lain penduduknya sedikit anggarannya lebih banyak, maka menolong orangnya akan lebih berkualitas," paparnya.
Oleh karenanya, Kang Emil berharap, kepekaan atau sosolidaritas sosial untuk membantu sesama kini sangat dibutuhkan. Terlebih, pada momentum bulan suci Ramadhan ini.
"Dari kaca mata kami, narasi pembatasan sosial kedaruratan (berubah) menjadi solidaritas sosial. Apalagi ini bulan Ramadan, bulan keberkahan, bulan tolong menolong," ujarnya.
"Bahwa COVID-19 ini adalah perang yang meluluhlantahkan semua dimensi pembangunan, tidak hanya kesehatan, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya," sambung Kang Emil.
Lihat Juga :