Rektor Unjani Angkat Bicara soal WNI Meninggal dan Dilarung ke Laut New Zealand
Kamis, 07 Mei 2020 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Perlu dipahami pemerintah China tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum mengingat kapal itu bulan milik pemerintah China. ”Kemungkinan kapal milik WN China yang didaftarkan di China,” tutur Rektor Unjani.
Selain itu, ungkap Hikmahanto, perlu juga dilakukan kerja sama interpol antara Korsel, Indonesia, dan China untuk mengnvestigasi penghanyutan jazad WNI ke laut.
Investigasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah penghanyutan dilakukan dalam koridor sah menurut hukum atau tidak. Memang sepintas terlihat dalam video jazad dihanyutkan tetapi sebelum hal tersebut dilakukan ada ritual untuk mendoakan jasad.
“Mendoakan jasad bisa diartikan tidak ada kesemena-menaan untuk melakukan penghanyutan jenazah oleh ABK kapal ikan berbendera China tersebut,” pungkas Hikmahanto.
Selain itu, ungkap Hikmahanto, perlu juga dilakukan kerja sama interpol antara Korsel, Indonesia, dan China untuk mengnvestigasi penghanyutan jazad WNI ke laut.
Investigasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah penghanyutan dilakukan dalam koridor sah menurut hukum atau tidak. Memang sepintas terlihat dalam video jazad dihanyutkan tetapi sebelum hal tersebut dilakukan ada ritual untuk mendoakan jasad.
“Mendoakan jasad bisa diartikan tidak ada kesemena-menaan untuk melakukan penghanyutan jenazah oleh ABK kapal ikan berbendera China tersebut,” pungkas Hikmahanto.
(awd)
Lihat Juga :