Apa Itu La Nina? Begini Penjelasan BMKG
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
BMKG memantau perkembangan La Nina dengan menganalisa indeks Nino 3.4 yang menggambarkan anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik Tengah. "Indeks Nino 3.4 selama 7 dasarian terakhir (70 hari) berada pada kisaran -0,5 sg -1.0 telah memenuhi kriteria kejadian La Nina,” katanya.
Potensi dampak La Nina pada curah hujan bulanan yang meningkat seiring masuknya awal musim hujan. Akumulasi curah hujan> 300 mm per bulan umumnya terjadi di pesisir Barat Sumatera Wilayah sekitar Pegunungan Bukit Barisan Kalimantan bagian barat dan Utara sebagian Papua. (Baca juga; Fenomena La-Nina Sedang Berkembang, Dampaknya Apa di Indonesia? )
La Nina menambah curah hujan secara signifikan pada Oktober sampai November pada awal musim hujan Selain faktor (monsun). La Nina menguatkan curah hujan bulanan seperti pada bulan Oktober sebagian besar wilayah Indonesia kecuali sebagian Sumatera dan Kalimantan. Pada November sebagian wilayah terutama Indonesia bagian tengah timur dan selatan. Pada bulan Desember sebagian wilayah terutama wilayah Indonesia timur dan selatan.
Untuk peningkatan curah hujan di bulan Januari sebagian besar wilayah Indonesia tidak mengalami peningkatan curah hujan signifikan bulan Februari peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia di bagian utara pengurangan curah hujan di bagian Barat pada bulan Maret sebagian wilayah terutama wilayah Indonesia timur dan selatan
"Meskipun La Nina kurang berpengaruh signifikan pada Hujan bulan Januari sampai Februari akumulasi curah hujan tetap tinggi berkaitan dengan puncak penguatan monsun Asia," tutup Hary.
Potensi dampak La Nina pada curah hujan bulanan yang meningkat seiring masuknya awal musim hujan. Akumulasi curah hujan> 300 mm per bulan umumnya terjadi di pesisir Barat Sumatera Wilayah sekitar Pegunungan Bukit Barisan Kalimantan bagian barat dan Utara sebagian Papua. (Baca juga; Fenomena La-Nina Sedang Berkembang, Dampaknya Apa di Indonesia? )
La Nina menambah curah hujan secara signifikan pada Oktober sampai November pada awal musim hujan Selain faktor (monsun). La Nina menguatkan curah hujan bulanan seperti pada bulan Oktober sebagian besar wilayah Indonesia kecuali sebagian Sumatera dan Kalimantan. Pada November sebagian wilayah terutama Indonesia bagian tengah timur dan selatan. Pada bulan Desember sebagian wilayah terutama wilayah Indonesia timur dan selatan.
Untuk peningkatan curah hujan di bulan Januari sebagian besar wilayah Indonesia tidak mengalami peningkatan curah hujan signifikan bulan Februari peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia di bagian utara pengurangan curah hujan di bagian Barat pada bulan Maret sebagian wilayah terutama wilayah Indonesia timur dan selatan
"Meskipun La Nina kurang berpengaruh signifikan pada Hujan bulan Januari sampai Februari akumulasi curah hujan tetap tinggi berkaitan dengan puncak penguatan monsun Asia," tutup Hary.
(wib)
Lihat Juga :