Gelar Simulasi di Depok, Ridwan Kamil Susun Skenario Vaksinasi COVID-19
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 06:55 WIB
loading...
A
A
A
"Nanti ketahuan jumlah orang perhari yang divaksin. Apakah jumlah puskesmas yang ada di Depok dan Jabar cukup? Kalau tidak cukup, berarti gedung serbaguna, gedung olahraga, dan gedung lain akan kita jadikan tempat vaksinasi," jelasnya.
"Kalau jumlah tenaga vaksinnya juga tidak cukup, berarti kita buka relawan sesuai kriteria untuk jadi penyutik dan tim panitia," sambung Kang Emil.
Diketahui, sebanyak 9,1 juta warga Republik Indonesia rencananya akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 pada November hingga Desember 2020 dengan vaksin COVID-19 yang dibeli pemerintah pusat dari tiga produsen vaksin asal China.
Kang Emil melanjutkan, Kota Depok diproyeksikan menjadi daerah pertama di Jabar yang mendapatkan vaksinasi COVID-19. Setelah itu, disusul empat daerah lain, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
Pemprov Jabar, kata Kang Emil, telah mengajukan permintaan vaksinasi COVID-19 bagi 3 juta warganya, khususnya yang tinggal wilayah Bodebek sebagai episentrum penyebaran COVID-19 di Provinsi Jabar.
"Kewenangan untuk menentukan jumlah alokasi vaksin untuk setiap provinsi itu tetap berada di pemerintah pusat," imbuh Kang Emil.
Menurutnya, vaksinasi COVID-19 diprioritaskan bagi orang berisiko tertular, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan COVID-19 , dan anggota TNI/Polri. Selain itu, vaksinasi diberikan kepada warga berusia 18-59 tahun.
"Kalau jumlah tenaga vaksinnya juga tidak cukup, berarti kita buka relawan sesuai kriteria untuk jadi penyutik dan tim panitia," sambung Kang Emil.
Diketahui, sebanyak 9,1 juta warga Republik Indonesia rencananya akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 pada November hingga Desember 2020 dengan vaksin COVID-19 yang dibeli pemerintah pusat dari tiga produsen vaksin asal China.
Kang Emil melanjutkan, Kota Depok diproyeksikan menjadi daerah pertama di Jabar yang mendapatkan vaksinasi COVID-19. Setelah itu, disusul empat daerah lain, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
Pemprov Jabar, kata Kang Emil, telah mengajukan permintaan vaksinasi COVID-19 bagi 3 juta warganya, khususnya yang tinggal wilayah Bodebek sebagai episentrum penyebaran COVID-19 di Provinsi Jabar.
"Kewenangan untuk menentukan jumlah alokasi vaksin untuk setiap provinsi itu tetap berada di pemerintah pusat," imbuh Kang Emil.
Menurutnya, vaksinasi COVID-19 diprioritaskan bagi orang berisiko tertular, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan COVID-19 , dan anggota TNI/Polri. Selain itu, vaksinasi diberikan kepada warga berusia 18-59 tahun.
Lihat Juga :