Mau Berlibur ke Bandung? Begini Protokol Menginap di Hotel

loading...
Mau Berlibur ke Bandung? Begini Protokol Menginap di Hotel
Proses pelayanan di Aston Tropikana Hotel Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
BANDUNG - Industri pariwisata termasuk salah satu sektor yang cukup terdampak pandemi COVID-19. Bahkan, jasa perhotelan sempat mengalami stagnasi selama beberapa bulan. Kini, seiring telah dilonggarkannya kembali aktivitas ekonomi, jasa perhotelan kembali menggeliat, termasuk di Kota Bandung.

(Baca juga: Panas Pilkada Karawang, Ketua PCNU Tuding Pimpinan Pompes Terima Uang)

Kendati begitu, okupansi atau tingkat keterisian hotel di Bandung masih rendah. Selain karena masih rendahnya daya beli, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penerapan protokol COVID-19 di hotel diperkirakan masih rendah.

Padahal, sejak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB), pengelola hotel telah melakukan perubahan dalam menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung tidak terpapar virus corona.



Director of Sales Aston Tropicana Hotel Bandung, Noviani Agusni mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan jasa menginap di hotel. Karena pengelola telah merubah standar kebersihan hotel sejak pandemi terjadi. Desinveksi dilakukan di semua tempat untuk menjamin keamanan pengguna.

(Baca juga: Cegah Penularan COVID-19, Pintu Masuk Karimunjawa Diperketat)

"Untuk kamar misalnya, semua dibersihkan pakai cairan desinfektan. Handle telepon, gagang pintu, lift dan lainnya kami bersihkan secara berkala. Ini untuk menghindari terjadinya penyebaran COVID-19. Kami juga menyediakan handsanitizer di beberapa titik," kata Noviani pada program Tiket Clean yang digelar tiket.com.



Menurut dia, pihaknya membatasi penggunaan kamar sebanyak 50%. Sehingga, kamar yang sebelumnya telah ditempati tamu lain, tidak langsung dipakai. Kamar akan dikosongkan hingga 24 jam.

"Tamu setiap kamar kami batasi maksimal tiga orang. Ini untuk meminimalisir terjadinya kerumunan. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker, serta selalu menjaga jarak saat beraktivitas di hotel. Sebelum masuk hotel, petugas kami selalu mengecek suhu tubuh, maksimal 37 derajat celcius yang diperbolehkan masuk ke hotel," beber dia.

(Baca juga: Komplotan Pencuri Sembunyikan 6 Ekor Sapi di Lereng Argopuro)

Tak hanya itu, petugas front office juga selalu dilengkapi masker, sarung tangan dan face shield. Di Aston Tropicana Bandung, semua karyawan menjalani rapid test dua minggu sekali. Juga pengaturan shift untuk semua karyawan.

"Standar kebersihan ini kami terapkan secara ketat. Beberapa pengunjung memang ada yang enggak nyaman, tapi ini untuk kebaikan bersama. Bagaimana kami menjamin agar tamu kami aman saat menginap dan menggunakan fasilitas hotel," beber dia.

Penggunaan fasilitas di hotel juga diatur sedemikian rupa. Seperti kolam renang yang dibatasi per lima orang. Tempat breakfast diperluas dengan sistem prasmanan tertutup, serta merekomendasikan makam di kamar untuk makan malam.

"Meeting room kami batasi 50%. Ballroom yang mestinya berkapasitas 500 orang, kami batasi cuman dipakai 250 orang. Khusus untuk penggunaan meeting room, tamu juga harus menunjukan hasil negatif rapid test," imbuh dia.

(Baca juga: Emak-emak di Bone Joget Heboh di Hotel, Ini Kata Satgas COVID-19)

Aston Tropicana terletak di pusat wisata Cihampelas, Kota Bandung. Dari hotel ini, pengunjung bisa langsung melihat skywalk Teras Cihampelas. Akses dari pintu keluar tol Pasteur tak lebih dari 15 menit. Kawasan ini dikenal sebagai pusat wisata, fesyen, dan kuliner di Kota Bandung.

Sementara itu, Market Manager Product tiket.com Pandu Sarsito mengatakan, Aston Tropicana adalah salah satu hotel partner program Tiket Clean. Tiket.com terus mendorong penggunaan fitur program tiket Clean untuk memastikan partner yang bekerja sama dengan tiket.com sudah memenuhi standardisasi protokol kesehatan dan kebersihan yang dikeluarkan oleh badan resmi seperti WHO.

"Kami bekerja sama dengan hotel untuk memastikan tamu mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan protokol kesehatan dan kebersihan yang memadai. Ini untuk menjaga kepercayaan dan kenyamanan masyarakat saat berwisata di masa AKB," imbuh dia.

(eyt)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top