Warisan Leluhur, Gerabah Khas Kampung Abar Sentani Diajarkan ke Milenial
Rabu, 14 Oktober 2020 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Made menjelaskan, gerabah asli Kampung Abar memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, dibuat secara tradisional turun temurun dengan menyertakan motif Megalitik Situs Tutari. Hal ini membuat gerabah ini berbeda.
"Ini kalau dikembangkan maka akan menjadi ekonomi kreatif yang cukup menjanjikan. Makanya kita berupaya budaya ini tidak hilang dan terus lestari. Tidak hanya pelatihan atau lomba, jadi kita bekerjasama dengan guru-guru sekolah dan perajin telah membuat buku Muatan Lokal (Mulok), dan ini telah diajarkan di beberapa sekolah," katanya.
Guru pendamping dari SMP Negeri 6 Kota Jayapura, Robert H Qui mengatakan, dengan pelatihan ini maka siswa dapat menerapkan langsung materi Mulok yang telah diajarkan di sekolah. Terlebih dihadiri langsung perajin handal.
"Kalau di sekolah kita hanya mengajarkan materi. Sedangkan ini langsung diajarkan oleh perajin. Saya lihat antusias siswa sangat bangus dalam pelatihan maupun selama mengikuti pelajaran muatan lokal gerabah," katanya.
Robert menilai gerabah cukup menjanjikan jika diolah secara baik dalam hal pengembangan ekonomi kreatif. "Tugas kami memberikan ilmu pengetahuan agar mereka paham dan cinta akan budaya ini. Dan lagi dengan sedikit kisah dari perajinnya, maka mereka akan tahu kalau gerabah warisan leluhur ini mampu menghasilkan pundi-pendi untuk keluarga. Jadi ini harus menjadi komitmen bersama untuk pelestarian budaya warisan leluhur," pungkasnya.
"Ini kalau dikembangkan maka akan menjadi ekonomi kreatif yang cukup menjanjikan. Makanya kita berupaya budaya ini tidak hilang dan terus lestari. Tidak hanya pelatihan atau lomba, jadi kita bekerjasama dengan guru-guru sekolah dan perajin telah membuat buku Muatan Lokal (Mulok), dan ini telah diajarkan di beberapa sekolah," katanya.
Guru pendamping dari SMP Negeri 6 Kota Jayapura, Robert H Qui mengatakan, dengan pelatihan ini maka siswa dapat menerapkan langsung materi Mulok yang telah diajarkan di sekolah. Terlebih dihadiri langsung perajin handal.
"Kalau di sekolah kita hanya mengajarkan materi. Sedangkan ini langsung diajarkan oleh perajin. Saya lihat antusias siswa sangat bangus dalam pelatihan maupun selama mengikuti pelajaran muatan lokal gerabah," katanya.
Robert menilai gerabah cukup menjanjikan jika diolah secara baik dalam hal pengembangan ekonomi kreatif. "Tugas kami memberikan ilmu pengetahuan agar mereka paham dan cinta akan budaya ini. Dan lagi dengan sedikit kisah dari perajinnya, maka mereka akan tahu kalau gerabah warisan leluhur ini mampu menghasilkan pundi-pendi untuk keluarga. Jadi ini harus menjadi komitmen bersama untuk pelestarian budaya warisan leluhur," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :