Pimpinan Bank Swasta di Makassar Nyaris Jadi Korban Pencurian saat Bersepeda
Selasa, 13 Oktober 2020 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
"Sehingga dibawa ke Mako Polres Pelabuhan. Sempat dikepung, sama rekan-rekan korban. Yang kebetulan salah satu karyawan bank swasta, Alhamdulillah tidak sampai terjadi main hakim sendiri," kata Kadarislam kepada SINDOnews.
Kadarislam melanjutkan, dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku melihat handphone korban yang ditaruh di saku belakang celana saat bersepeda bersama puluhan rekan korban lainnya. Melihat ada kesempatan, Ismail kemudian mencoba mengambil handphone itu.
"Namun korban yang merasa hendak dicuri handphonenya, kemudian menendang pelaku yang kebetulan saat itu menggunakan sepeda motor. Sampai terjatuh dari motor, dikepung lah sama teman-teman korban," jelasnya.
Disebutkan mantan Kapolres Bone ini, pelaku juga membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. "Tapi dia tidak keluarkan badiknya waktu beraksi. Tapi sempat mengancam kalau dilihat dari video yang viral di sosial media," papar Kadarislam.
Dari hasil interogasi terhadap Ismail, kata Kadarislam, pelaku kerap membawa senjata tajam tradisional Sulawesi itu untuk berjaga-jaga. Ia mengaku baru saja mengantar saudaranya di Pasar Butung, yang berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Kadarislam melanjutkan, dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku melihat handphone korban yang ditaruh di saku belakang celana saat bersepeda bersama puluhan rekan korban lainnya. Melihat ada kesempatan, Ismail kemudian mencoba mengambil handphone itu.
"Namun korban yang merasa hendak dicuri handphonenya, kemudian menendang pelaku yang kebetulan saat itu menggunakan sepeda motor. Sampai terjatuh dari motor, dikepung lah sama teman-teman korban," jelasnya.
Disebutkan mantan Kapolres Bone ini, pelaku juga membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. "Tapi dia tidak keluarkan badiknya waktu beraksi. Tapi sempat mengancam kalau dilihat dari video yang viral di sosial media," papar Kadarislam.
Dari hasil interogasi terhadap Ismail, kata Kadarislam, pelaku kerap membawa senjata tajam tradisional Sulawesi itu untuk berjaga-jaga. Ia mengaku baru saja mengantar saudaranya di Pasar Butung, yang berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Lihat Juga :