Diduga Terjadi Penyekapan Polisi di Rumah Jalan Sultan Agung, Ini Kata Pemiliknya
Selasa, 13 Oktober 2020 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu, Fadly melihat para relawan diminta berbaris oleh polisi berpakaian preman. "Saya tanya, ada apa nih persoalannya. Menurut keterangan polisi, katanya lagi ngejar mahasiswa yang sempat dirawat sama relawan di halaman," ujar dia.
Ketika polisi masuk, gerbang tiba-tiba dikunci. Lalu diduga terjadi aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap polisi tersebut. "Nah terus polisi masuk ke rumah, terus sama relawan itu (pintu gerbang) dikunci," tutur Fadly.
Pascakejadian, Fadly dimintai keterangan oleh polisi dan sempat berbincang dengan sejumlah relawan. Seorang relawan mengaku, mereka dikoordinir oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) untuk memberi perawatan medis kepada para pengunjuk rasa.
Namun Fadly menegaskan, rumahnya bukan posko relawan dan tak pernah menjadi tempat kegiatan KAMI. "Saya ngobrol, tanya dia (relawan) aktif di mana? Aktif di KAMI. Mereka itu sebenarnya lebih aktif di pengajian, cuman yang mengkoordinir orang-orang KAMI. Saya tau pas udah kejadian, di Polda Jabar," ungkap dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, terkait peristiwa dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap anggota Polri itu, Polda Jabar menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Tiga pelaku ditahan di Mapolda Jabar, sedangkan empat lainnya tidak ditahan karena masih di bawah umur, berstatus pelajar dan mahasiswa.
Ketika polisi masuk, gerbang tiba-tiba dikunci. Lalu diduga terjadi aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap polisi tersebut. "Nah terus polisi masuk ke rumah, terus sama relawan itu (pintu gerbang) dikunci," tutur Fadly.
Pascakejadian, Fadly dimintai keterangan oleh polisi dan sempat berbincang dengan sejumlah relawan. Seorang relawan mengaku, mereka dikoordinir oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) untuk memberi perawatan medis kepada para pengunjuk rasa.
Namun Fadly menegaskan, rumahnya bukan posko relawan dan tak pernah menjadi tempat kegiatan KAMI. "Saya ngobrol, tanya dia (relawan) aktif di mana? Aktif di KAMI. Mereka itu sebenarnya lebih aktif di pengajian, cuman yang mengkoordinir orang-orang KAMI. Saya tau pas udah kejadian, di Polda Jabar," ungkap dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, terkait peristiwa dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap anggota Polri itu, Polda Jabar menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Tiga pelaku ditahan di Mapolda Jabar, sedangkan empat lainnya tidak ditahan karena masih di bawah umur, berstatus pelajar dan mahasiswa.
(awd)
Lihat Juga :