Ini Penyebab Rekonsiliasi Elite PAN dengan Amien Rais Gagal
Rabu, 06 Mei 2020 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Konflik internal PAN, menurutnya, menandai awal goncangan di politik Islam modernis. Selama ini PAN merepresentasikan basis-basis Islam modern perkotaan. Pendukungnya berasal dari Muhammadiyah, Persis, dan kaum berpendidikan tinggi.
Jika Hanafi Rais keluar dengan cara seperti ini, akan menaikkan keraguan basis pemilih terhadap masa depan politik PAN sendiri. Setelah kongres, kubu Amien Rais menggaungkan pembentukan partai baru. Upaya ini tentu akan memancing semakin banyak loyalis Amien yang keluar dan memecah basis suara PAN yang solid di Islam perkotaan.
Pembentukan partai baru juga bisa menjadi perjudian mengingat sulitnya partai-partai baru menembus parliamentary threshold pada pemilu lalu. Sirajuddin menilai, pada tahap awal bisa digunakan untuk kebutuhan bargaining power.
Memang prospek berkembangnya partai baru sulit ditebak kecuali sudah berlaga di pemilu. Hal tersebut yang akan membuat loyalis Amien sementara waktu tetap bermukim di PAN.
"Seberapa yakin dengan inisiatif membangun partai dan seberapa siap secara ekonomi untuk keluar dari kenyamanan. Partai baru ini belum tentu mendapatkan dukungan publik meskipun dipimpin oleh tokoh senior," pungkasnya.
Jika Hanafi Rais keluar dengan cara seperti ini, akan menaikkan keraguan basis pemilih terhadap masa depan politik PAN sendiri. Setelah kongres, kubu Amien Rais menggaungkan pembentukan partai baru. Upaya ini tentu akan memancing semakin banyak loyalis Amien yang keluar dan memecah basis suara PAN yang solid di Islam perkotaan.
Pembentukan partai baru juga bisa menjadi perjudian mengingat sulitnya partai-partai baru menembus parliamentary threshold pada pemilu lalu. Sirajuddin menilai, pada tahap awal bisa digunakan untuk kebutuhan bargaining power.
Memang prospek berkembangnya partai baru sulit ditebak kecuali sudah berlaga di pemilu. Hal tersebut yang akan membuat loyalis Amien sementara waktu tetap bermukim di PAN.
"Seberapa yakin dengan inisiatif membangun partai dan seberapa siap secara ekonomi untuk keluar dari kenyamanan. Partai baru ini belum tentu mendapatkan dukungan publik meskipun dipimpin oleh tokoh senior," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :