Agar Tak Terjebak Rentenir, Perempuan di Jabar Diberi Edukasi Keuangan
Selasa, 13 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
Foto: dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ( Pemprov Jabar ) melaksanakan program edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mencegah masyarakat, terutama kaum perempuan, terjerat atau meminjam kepada rentenir atau lintah darat melalui program yang disebut Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan bahwa Sekoper Cinta merupakan wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Pun dapat mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa terjerat oleh pinjaman rentenir yang banyak menyasar ke wilayah perdesaan. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan Mempersulit Diri!)
Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, berharap agar warga Jawa Barat terbebas dari jerat rentenir. Untuk itu, Pemprov Jawa Barat, OJK, Bank Indonesia (BI), dan industri keuangan menyediakan kemudahan untuk mengakses bantuan atau pinjaman dan tentu tidak mencekik seperti rentenir. Misalnya lewat program Bank Wakaf Mikro dari OJK, ada Kredit Mesra dari Pemerintah Provinsi Jabar, ada KUR yang murah bunganya.
“Itu semua adalah instrumen-instrumen yang dapat digunakan. Perbankan dan lembaga keuangan formal lainnya juga harus bermutasi, harus beradaptasi jika ingin menyalurkan pembiayaan, khususnya kepada keluarga menengah ke bawah yang berada di kampung-kampung. Ibu-ibu di sana yang telah diedukasi melalui Sekoper Cinta, nantinya akan dapat memahami, pembiayaan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,” jelas Kang Emil kemarin.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2018, program Sekoper Cinta telah menelurkan 2.700 lulusan yang berasal dari 100 desa di 27 kabupaten atau kota di Jabar.
Pada Oktober 2020 ini yang dicanangkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat yang merupakan bentuk sinergi antara OJK, Pemprov Jawa Barat, dan industri jasa keuangan berkolaborasi dalam program Sekoper Cinta untuk menciptakan agen literasi keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga. (Baca juga: PSBB Diperpanjang, Sekolah di Jakarta Belum Bisa Terapkan Tatap Muka)
Program itu dilakukan dengan berbagai kegiatan edukasi dengan tema “Menciptakan Agen Inklusi Keuangan bagi Kelompok Perempuan melalui Program Sekoper Cinta dalam Rangka Melawan Rentenir”. Sasaran kegiatan program ini adalah perempuan dari kelompok wanita binaan PT PNM (persero), ibu-ibu PKK, dan petugas penyuluh perempuan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan bahwa Sekoper Cinta merupakan wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Pun dapat mewujudkan kemandirian ekonomi tanpa terjerat oleh pinjaman rentenir yang banyak menyasar ke wilayah perdesaan. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan Mempersulit Diri!)
Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, berharap agar warga Jawa Barat terbebas dari jerat rentenir. Untuk itu, Pemprov Jawa Barat, OJK, Bank Indonesia (BI), dan industri keuangan menyediakan kemudahan untuk mengakses bantuan atau pinjaman dan tentu tidak mencekik seperti rentenir. Misalnya lewat program Bank Wakaf Mikro dari OJK, ada Kredit Mesra dari Pemerintah Provinsi Jabar, ada KUR yang murah bunganya.
“Itu semua adalah instrumen-instrumen yang dapat digunakan. Perbankan dan lembaga keuangan formal lainnya juga harus bermutasi, harus beradaptasi jika ingin menyalurkan pembiayaan, khususnya kepada keluarga menengah ke bawah yang berada di kampung-kampung. Ibu-ibu di sana yang telah diedukasi melalui Sekoper Cinta, nantinya akan dapat memahami, pembiayaan yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,” jelas Kang Emil kemarin.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2018, program Sekoper Cinta telah menelurkan 2.700 lulusan yang berasal dari 100 desa di 27 kabupaten atau kota di Jabar.
Pada Oktober 2020 ini yang dicanangkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat yang merupakan bentuk sinergi antara OJK, Pemprov Jawa Barat, dan industri jasa keuangan berkolaborasi dalam program Sekoper Cinta untuk menciptakan agen literasi keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga. (Baca juga: PSBB Diperpanjang, Sekolah di Jakarta Belum Bisa Terapkan Tatap Muka)
Program itu dilakukan dengan berbagai kegiatan edukasi dengan tema “Menciptakan Agen Inklusi Keuangan bagi Kelompok Perempuan melalui Program Sekoper Cinta dalam Rangka Melawan Rentenir”. Sasaran kegiatan program ini adalah perempuan dari kelompok wanita binaan PT PNM (persero), ibu-ibu PKK, dan petugas penyuluh perempuan.
Lihat Juga :