COVID-19 Membuat Pesanan Tenun Ulos Merosot, Perajin Menjerit
Senin, 12 Oktober 2020 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
"Pekerjaan ini sudah saya tekuni puluhan tahun. Baru sekarang kondisinya sepi pembeli. Satu lembar kain tenun Ulos saya kerjakan tiga hari, upahnya Rp60 ribu/lembar," ujar Rosianna.
Kondisi serupa juga dirasakan Desiani Sijabat, yang merupakan pemilik toko penjual kain tenun Ulos. "Sejak adanya pandemi COVID-19 , pembelinya turun drastis karena memang tidak ada kegiatan pesta adat dan resepsi pernikahan," tuturnya.
(Baca juga: Jejak Bhatara Katong, Putra Brawijaya V Raja Terakhir Majapahit )
Kabupaten Dairi sendiri, saat ini masih masuk dalam zona merah penularan COVID-19 . Kondisi ini berdampak besar terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Mereka hanya bisa berharap pandemi COVID-19 segera berakhir.
Kondisi serupa juga dirasakan Desiani Sijabat, yang merupakan pemilik toko penjual kain tenun Ulos. "Sejak adanya pandemi COVID-19 , pembelinya turun drastis karena memang tidak ada kegiatan pesta adat dan resepsi pernikahan," tuturnya.
(Baca juga: Jejak Bhatara Katong, Putra Brawijaya V Raja Terakhir Majapahit )
Kabupaten Dairi sendiri, saat ini masih masuk dalam zona merah penularan COVID-19 . Kondisi ini berdampak besar terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Mereka hanya bisa berharap pandemi COVID-19 segera berakhir.
(eyt)
Lihat Juga :