Janda Bolong Bisa Bantu Gerakkan Ekonomi Saat Pandemi COVID-19

Minggu, 11 Oktober 2020 - 17:21 WIB
loading...
Janda Bolong Bisa Bantu...
Tanaman hias Janda Bolong yang kini tengah booming di masyarakat. Foto/Ist.
A A A
SOLO - Pakar Tanaman Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Eddy Tri Haryanto menilai tanaman hias Janda Bolong dapat turut membantu menggeliatkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19.

Janda Bolong dengan nama latin Monstera Adansoni Variegata belakangan ini menjadi booming di masyarakat dan harganya cukup fantastis. (Baca juga: Jejak Bhatara Katong, Putra Brawijaya V Raja Terakhir Majapahit )

"Tanaman hias Janda Bolong memang memiliki keunikan tersendiri. Yaitu memiliki keindahan pada daunnya yang memiliki lubang. Terkhusus pada jenis Variegata ini yang memiliki warna unik pada daun yaitu hijau putih, maka tidak heran dapat bernilai jual tinggi," kata Eddy Tri Haryanto.

Dengan keunikan yang dimiliki, banyak masyarakat mencari sehingga berdampak terhadap nilai jualnya. Khususnya bagi mereka yang memiliki hobi mengoleksi tanaman hias. Janda Bolong memang memiliki potensi yang luar biasa.

(Baca juga: Wanita Cantik Sembunyikan Sabu Dalam Bra Ditangkap di Hang Nadim )

Janda Bolong Bisa Bantu Gerakkan Ekonomi Saat Pandemi COVID-19


Bahkan potensi pasar tanaman hias seperti Janda Bolong tidak hanya berada di dalam negeri, melainkan juga bisa ke luar negeri. Sehingga bisa menjadi sarana untuk menggeliatkan kembali perekonomian terlebih di masa pandemi COVID-19.

Karena banyak yang mencari, maka ada perputaran uang. "Sehingga viralnya tanaman hias khususnya Janda Bolong ini bisa membantu mendongkrak perekonomian di negeri ini," katanya. Keberadaan tanaman hias ini dapat menjadi peluang usaha tersendiri.

Hanya saja sebelum menggeluti usaha tanaman hias seperti Janda Bolong , perlu perdalam ilmunya terlebih dahulu. Dirinya menyarankan agar untuk bertanya dan berdiskusi supaya memperoleh ilmu terkait usaha di bidang tanaman hias.

"Pelajari dulu bagaimana merawat tanaman Janda Bolong , cara pemasaran dan lain sebagainya," imbuhnya. (Baca juga: Asyik Mesum, Seorang ASN dan Puluhan Pasangan Terjaring Razia )

Perawatan tanaman Janda Bolong sendiri terbilang mudah. Dirinya berpesan supaya tetap menjaga kualitas dan stadarisasi tanaman supaya harganya tetap stabil dan diburu banyak orang.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Solo Kondusif, Penjagaan...
Solo Kondusif, Penjagaan di Rumah Jokowi Tampak Dilonggarkan
Demo Marak di Berbagai...
Demo Marak di Berbagai Daerah, Rumah Jokowi di Solo Dijaga Ketat Aparat
Para Guru Besar FK UNS...
Para Guru Besar FK UNS Minta Presiden Prabowo Ingatkan Menkes
Gawat! Website Mengatasnamakan...
Gawat! Website Mengatasnamakan Polresta Solo Berisi Promosi Judi Online
Lebaran Hari Ini, Ratusan...
Lebaran Hari Ini, Ratusan Umat Islam di Kota Solo Gelar Salat Id
Viral Putera Mahkota...
Viral Putera Mahkota Keraton Solo Nyesal Gabung Republik, Ini Faktanya
Curhat Makki Ungu soal...
Curhat Makki Ungu soal Ekonomi Lesu, Sebut Pendapatan Musisi Menurun Gara-gara Ini
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Mahasiswa UNS Antre...
Mahasiswa UNS Antre Coba Simulasi Reporter Televisi di iNews Campus Connect 2026
Rekomendasi
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Berita Terkini
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved